Hasil Audit Program Palestina Memanggil: Wajar Tanpa Pengecualian!

0
3755
Ustadz Adi Hidayat saat membacakan laporan audit independen terhadap program Palestina Memanggil. (Tangkapan layar AS/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pihak Ustadz Adi Hidayat (UAH) dan tim akhirnya melaporkan transparansi donasi Palestina yang sempat mendapat serangan dari netizen. Dari donasi yang masuk Rp 30.880.110.889,54, dana yang disalurkan juga Rp 30.880.110.889,54 dalam durasi 18 hari. Artinya, laporan pendanaan Palestina klir alias wajar tanpa pengecualian.

Juru Bicara UAH dan Tim Fahd Pahdepie mengatakan, Ahad malam (6/6/2021) pihaknya telah melaporkan seluruh rangkaian program donasi Palestina Memanggil. Ia tak lupa menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada semua pihak.

“Alhamdulillah semua bisa kita lalui dengan baik dan ditutup dengan laporan auditor independen dengan hasil tanpa pengecualian,” kata Fahd Pahdepie.

Setelah ini, pihaknya akan kembali berfokus pada berbagai urusan yang lebih penting untuk diperhatikan. “Semoga teman-teman bisa memahami berbagai dinamika yang terjadi. Sebuah proses tak bisa dipotong dan disimpulkan di tengah jalan sampai seluruh rangkaiannya tuntas,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta audit program donasi Palestina Memanggil ini tak dikaitkan dengan tuntutan yang sama dengan audit dana haji yang dikelola negara. Hafd menyebut negara tentu punya sistem tata kelola keuangan, pelaporan, dan auditnya sendiri.

Sikapi Pembatalan Haji

Sementara itu, UAH turut mengomentari pembatalan haji 2021 yang diputuskan pemerintah Indonesia. Ia mengajak masyarakat bersikap adil melihat suatu persoalan, tidak berdasarkan rasa suka atau tidak suka pada satu kelompok atau individu.

UAH melanjutkan, berdasar dokumen resmi yang dikeluarkan Kemenag, pembatalan haji tahun ini telah melalui kajian mendalam. Utamanya terkait dengan pandemi Covid-19 dan persiapan teknis yang memerlukan waktu. Sementara pemerintah Saudi belum menyampaikan kepastian info terkait pelaksanaan haji.

Agar tidak ada kebingungan dan tafsir yang berbeda-beda di tengah masyarakat, UAH pun memberi masukan kepada Kementerian Agama untuk bisa memberi penjelasan secara lebih terperinci dan jelas. “Kemenag bisa meminta fatwa kepada MUI, berdialog dengan Dubes Arab Saudi, dan menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Jika sudah, mudah-mudahan bisa dikomunikasikan secara lebih baik kepada masyarakat secara luas,” paparnya.

Kepada masyarakat, UAH meminta calon jamaah haji yang sejatinya berangkat tahun ini untuk bersabar dan berserah diri kepada Allah. “Karena pasti akan ada hasil terbaik dari keputusan yang ada saat ini,” tandasnya.  (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here