Ibrah Kehidupan #169: Umar bin Abdul Aziz, Pewaris GEN Umar Ibnul Khattab ( -1)

0
466

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Al-Hakam bin Abu Al-Ash bin Umayyah bin Abd Syams bin Manaf. Rakyatnya lebih suka memanggilnya Amirul Mukminin.

Umar bin Abdul Aziz dilahirkan tahun 61 H. di Kota Madinah An-Nabawiyah, pada masa pemerintahan Yazid bin Muawiyah.
Umar bin Abdul Aziz, seorang imam (rujukan) dalam permasalahan agama dan dunia, penghafal hadis nawabi, mujtahid, seorang yang dikenal zuhud, ahli ibadah, sosok yang benar-benar layak digelari pemimpin orang-orang yang beriman. Ia dikenal juga dengan panggilan “Abu Hafs”, nasabnya termasuk berdarah biru, yakni Al-Qurasyi Al-Umawi.

Amirul Mukminin, ya begitulah rakyatnya memanggilnya. Seorang pemimpin yang saleh, kharimastik, bijaksana, dan dekat dengan rakyatnya. Sosoknya yang begitu melegenda tentu membuat hati penasaran untuk mengenalnya. Peristiwa-peristiwa pada masa pemerintahannya menimbulkan rasa cinta untuk meneladaninya.

Ayahnya bernama Abdul Aziz bin Marwan, salah seorang dari gubernur, Klan Umayah. Ia seorang yang pemberani lagi suka berderma. Ia menikah dengan seorang wanita salehah dari kalangan Quraisy lainnya, wanita itu merupakan keturunan Umar bin Khattab, dialah Ummu Ashim binti Ashim bin Umar bin Khattab, dialah ibu Umar bin Abdul Aziz.

Sedangkan Abdul Aziz merupakan laki-laki yang saleh yang baik pemahamannya terhadap agama. Ia merupakan murid dari sahabat senior Abu Hurairah.
Ibu dari Ummu Ashim, adalah Laila binti Ashim bin Umar bin Khattab. Bapaknya Laila merupakan anak Umar bin Khattab, ia sering menyampaikan hadis nabi dari Umar.

Dikisahkan oleh Abdullah bin Zubair bin Aslam dari ayahnya dari kakeknya yang bernama Aslam. Ia menuturkan, Suatu malam aku sedang menemani Umar bin Khattab berpatroli di Madinah.

Ketika beliau merasa lelah beliau bersandar ke dinding sebuah rumah. Di tengah malam, beliau mendengar seorang wanita berkata kepada putrinya, Wahai putriku, campurlah susu itu dengan air. Putrinya menjawab, Wahai ibunda, apakah engkau tidak mendengar maklumat Amirul Mukminin? Ibunya bertanya, apa maklumatnya? Putrinya menjawab : bahwa Amirul Mukminin memerintahkan petugas untuk mengumumkan, hendaknya susu tidak dicampur dengan air.
Ibunya berkata, Putriku, lakukan saja, campur susu itu dengan air, kita di tempat yang tidak dilihat oleh Umar dan petugas Umar. Maka gadis itu menjawab : Ibu, tidak patut bagiku menaatinya demikian juga menyelesihinya walaupun di belakang mereka.

Sementara Umar mendengar semua perbincangan tersebut. Maka Umar berkata, wahai Aslam, tandai pintu rumah tersebut dan kenalilah tempat ini. Lalu Umar bergegas melanjutkan patrolinya.
Di pagi hari Umar berkata, Aslam, pergilah ke tempat itu, cari tahu siapa wanita yang berkata demikian dan kepada siapa dia mengatakan hal itu. Apakah keduanya mempunyai suami?

Aku pun berangkat ke tempat itu, ternyata ia adalah seorang gadis yang belum bersuami dan ibunya juga seorang janda. Aku pun pulang dan mengabarkan kepada Umar. Setelah itu, Umar langsung memanggil putra-putranya, Umar berkata, Adakah di antara kalian yang ingin menikah? Ashim menjawab, Ayah, aku belum beristri, nikahkanlah aku. Maka Umar meminang gadis itu dan menikahkannya dengan Ashim. Dari pernikahan ini lahir seorang putri yang di kemudian hari menjadi ibu bagi Umar bin Abdul Aziz.

Di kemudian hari Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi pemimpin, benar-benar memiliki karakter yang “nyaris sama” seperti Umar Ibnul Khattab. Dengan kata lain Umar Bin Abdul Aziz telah benar-benar menjadi pewaris “GEN” dari Umar Ibnul Khattab.

IBRAH DARI KISAH INI :

Sedemikian banyak tulisan yang menceritakan sosok pribadi Umar bin Abdul Aziz, salah satu khalifah dari dinasti Bani Umayyah, yang dikenal shaleh, zuhud, kharismatik, dan dicintai oleh rakyatnya.
Dari penelusuran silsilahnya, ternyata Umar bin Abdul Aziz masih punya hubungan darah dengan Umar Ibnul Khattab seorang Khalifah kedua dari Khulafaurrasyidin, yang juga dikenal sebagai sosok yang shaleh, wara’, zuhud, dan juga dicintai oleh rakyatnya.

Umar bin Abdul Aziz, telah benar-benar menjadi pewaris “GEN” dari datuknya yakni Umar Ibnul Khattab.

Para mujahid dakwah 1912, yang patut dicatat di sini bukan soal “membanggakan Keturunan”, tetapi sejumlah sifat dan karakter Umar bin Abdul Aziz yang patut diteladani. Kualitas pribadinya yang memang terbangun dengan aqidah yang mantap, akhlaqul karimah, serta ilmu agama yang sangat mendalam. Agama bagi Umar bin Abdul Aziz bukan sekadar ilmu pengetahuan cognitive, tetapi telah mampu meng-ejawantah dalam kehidupan kesehariannya.

Sosok pribadi yang demikian itulah yang benar-benar siap menjadi pemimpin umat, siap memikul amanah, siap menjaga amanah. Ketika memegang jabatan dielu-elukan oleh manyarakat, dan Ketika turun dari jabatanpun dihormati oleh masyarakat.

Jangan sampai seperti kata bijak seorang filosuf Yunani “Cicero” : Siapa yang naik tanpa persiapan, maka dia akan turun tanpa penghormatan.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

Berita sebelumyaMuhammadiyah Senapas dengan Islam Rahmatan lil Alamin
Berita berikutnya2020 Jadi Tahun Terburuk Jokowi Tangani Korupsi
Ferry Yudi AS. Asli arek Suroboyo, gemar berpetualang dan mencari hal hal yang baru dan penuh tantangan. Pria yang suka makan sate dan gule ini selain menjadi Wapemred KLIKMU CO- juga sebagai Ketua Majelis pelayanan sosial Muhammadiyah Surabaya, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua Ranting Muhammadiyah Jajartunggal, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, Direktur KLIK JODOH MU dan juga Founder sekaligus Owner dari MUST B TRAINING

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here