Indonesia Dibangun Atas Dasar Pancasila, Bukan Ideologi Liberal

0
116
(Firdausi Nuzula/PWMU.CO)

KLIKMU.CO – Hingga saat ini masih ada gerakan yang berusaha mendistorsi dan terus menggerogoti Pancasila. Upaya mereduksi Pancasila notabene sebagai wujud perjanjian luhur seluruh bangsa Indonesia itu tidak boleh terjadi karena mengancam keutuhan bangsa.

Demikian disampaikan Prof Zainuddin Maliki, anggota DPR Fraksi PAN, dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Sabtu (17/4/21). Sebab, menurut Prof Zainuddin Maliki, Indonesia ini sudah berdiri kokoh tegak di atas ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dia menambahkan, langkah itu diperlukan untuk menutup ruang bagi mereka yang mencoba mereduksi, mendistorsi, dan  menggerogoti keempat pilar tersebut, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Prof Zainuddin, pengembangan seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, baik ekonomi, sosial budaya termasuk pendidikan, harus dibangun berlandaskan Pancasila. “Bukan dibangun atas dasar ideologi liberal,” tegas mantan rektor UM Surabaya itu.

Pikiran liberal, lanjut dia, sempat mencoba menyusupkan pendidikan ke salah satu klaster omnibus law. “Mereka tidak memandang pendidikan sebagai lembaga nirlaba, tetapi sebagai sebuah lembaga investasi untuk mengejar profit,” ujarnya.

Hal itu, bagi Prof Zainuddin, tentu bertolak belakang dengan pendidikan yang seharusnya berfungsi untuk membangun peradaban dan memanusiakan manusia. “Beruntung kita bisa mendorong munculnya kewarasan berpolitik sehingga klaster pendidikan bisa dikeluarkan dari omnibus law,” lanjut penasihat Dewan Pendidikan Jawa Timur itu.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI diikuti ratusan guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Aisiyah Bustanul Athfal (IGABA) Lamongan dan memadati Gedung Dakwah Muhammadiyah Cabang Brondong, Lamongan, dapil Prof Zainuddin. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah memperkuat gerakan meneguhkan pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here