Ingin Sukses Jadi Orang Tua? Ikuti Tips Berikut Ini

0
229
Narasumber Parenting Bagus Sanyoto MPsi dihadapan Walimurid SD Muhlas Kelas 1 Tahun 2022/2023.(Abd Somad/klikmu.co).

KLIKMU.CO – SD Muhammadiyah 11 Dupak Surabaya (SD Muhlas) mengadakan Seminar Parenting sekaligus Sosialisasi Program Sekolah Tahun Pelajaran 2022-2023 di Auditorium AR Fachruddin lantai 4 SD Muhlas. Acara yang mengambil tema “Membangun Sinergi Antara Sekolah, Orang Tua, dan Anak” ini dihadiri 110 wali murid kelas I dan perwakilan guru kelas, Sabtu (18/6/22).

Hadir pula Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Dr Irwan Syahril MSi dan Kepala SMP Muhammadiyah 11 (SMP Muven) Arif Himawan MPdI. Acara yang dimulai pukul 08.00 itu dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan penampilan tari kreasi serta puisi dari siswa kelas 1 SD Muhlas.

Kepala Sekolah Mursiah SAg MPd menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kepercayaan wali murid terhadap SD MuhlaS. Selama enam tahun ke depan, pihaknya siap membimbing, mendidik, dan membina putra putri ayah bunda sesuai minat dan bakat anak-anak.

“Ini sebagai langkah awal untuk mempersiapkan anak didik, sengaja kita hadirkan wali murid dalam penyampaian program sekaligus parenting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya nilai pengetahuan yang diberikan, namun nilai-nilai karakter dan keislaman juga ditekankan sebagai bekal di masa yang akan datang.

“Salah satu program unggulan, yaitu Tahfidz Quran reguler dan khusus, semakin banyak siswa SD Muhlas yang telah hafal minimal 5 juz bahkan ada yang sudah hafal 12 juz,” ungkapnya.

Menurutnya, SD Muhlas semakin berkembang dan selalu mengikuti perubahan-perubahan pendidikan sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah, salah satunya Kurikulum Merdeka. Kepala sekolah yang senang berpantun ini mengakhiri sambutannya dengan berpantun.

Ustad Muri berjas hitam dan berdasi
Tidak lupa berkemeja yang ada kerahnya
Jika ananda mau berprestasi
SD Muhlas pasti pilihannya

Mbak Aliyah pergi berlibur ke Miami
Bertemu sahabat namanya Malik
Alhamdulillah telah bergabung bersama kami
Demi pendidikan yang lebih baik

Seminar Parenting

Hadir sebagai narasumber parenting Bagus Sanyoto MPsi. Sebelum materi parenting disampaikan, Bagus mengajak beberapa anak yang hadir untuk komunikasi. Dengan duduk santai di bibir panggung, Bagus mulai bertanya tentang nama, alamat, dan umur.

“Dari sinilah saya mencontohkan bahwa lebih dekatlah dengan anak, sering-seringlah mengajak ngobrol santai dan masuk ke dalam dunianya,” katanya.

Dengan lugu dan penuh keceriaan, beberapa anak yang diajak komunikasi sangat antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan. Dengan mempraktikkan cara mendampingi anak-anak dalam belajar, Bagus melanjutkan materinya.

Menurut Bagus, kita ketahui pendidikan yang pertama adalah di rumah. Ibulah yang memegang kendali penting. Dari ibulah seorang anak banyak belajar hal baru dalam hidupnya. Belajar mulai berbicara, belajar cara memakai pakaian sendiri, belajar cara makan, melatih motorik kasar dan halus.

Hal-hal tersebut dimulai dari seorang guru yang hebat tidak lain seorang ibu. Ibu adalah pengajar, pembimbing, serta penasihat bahkan pengayom terbaik bagi anaknya. Ketika seorang anak tengah bingung tidak tahu arah, ketika seorang anak tengah ada masalah, ketika seorang anak tengah gundah dan gelisah, maka ibu adalah tempat ternyaman untuk mencurahkan isi hati. Bahkan, tempat solusi akhir bagi anak-anaknya.

Pria yang khas dengan HP non-Android ini melanjutkan materinya dengan menyampaikan 9 tips menjadi orang tua yang sukses.

Pertama, orang tua teladan perkasa, bukan pengarah paksa.
Kedua, orang tua mentor telaten, bukan diktaktor paten.
Ketiga, orang tua pendukung total, bukan perundung fatal.
Keempat, orang tua pemberi peluang, bukan pengancam kekang.

Kelima, orang tua penuntun sabar, bukan penghukum sangar.
Keenam, orang tua pendengar bijak, bukan pengkhotbah mutlak.
Ketujuh, orang tua pengamal telaten, bukan pengomel laten.
Kedelapan, orang tua pengucap kata puitis, bukan berucap miris.
Kesembilan, orang tua pencari nafkah lurus, bukan maniak fulus.

Di akhir materinya, ia memotivasi sekolah dan orang tua tentang kesadaran bersama dan mempunyai tanggung jawab yang sama terhadap pembentukan karakter serta kompetensi anak. Materi parenting diakhiri dengan tanya jawab dan penyampaian program kelas satu oleh wali kelas. (Abd Somad/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here