Ini Pesan Wali Kota dan MCCC Surabaya Usai Shalat Id

0
109
Wali Kota Eri Cahyadi (kanan) seusai shalat Id di rumah dinasnya. (Istimewa)

KLIKMU.CO – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berpesan kepada seluruh warga Kota Pahlawan agar tidak mengadakan open house usai shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah.

“Selamat merayakan Idul Fitri dengan berkumpul bersama keluarga di rumah saja. Halalbihalal skala besarnya dapat dilakukan secara virtual atau daring,” kata Eri Cahyadi sesudah shalat Idul Fitri sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (13/5/2021).

Sekitar pukul 05.30 WIB, Wali Kota sudah berada di halaman di halaman rumah dinasnya. Selain sang istri Rini Indriyani dan dua anaknya, Alfanana Puteri dan Rahmat Haidar Pasha ikut dalam shalat tersebut, hadir pula orang tua Wali Kota Eri, yakni Urip Suwondo dan Mas Ayu Esa Aisjah.

Cak Eri -sapaannya- bersyukur dirinya bersama keluarga telah melaksanakan shalat Idul Fitri dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Selain itu, setelah warga selesai shalat Idul Fitri, Eri meminta untuk tidak bersalam-salaman secara langsung mengingat perayaan hari raya masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah saya bersama orang tua, istri, dan yang bekerja di kediaman sudah melaksanakan shalat. Seperti yang kami sampaikan kemarin tidak perlu bersalaman yang terpenting saling memaafkan dan kembali ke fitri,” kata Cak Eri.

Selain itu, ia mengajak seluruh warga untuk silaturahmi bersama dan open house secara daring. Warga dapat berkumpul secara daring satu sama lain dan bercengkerama dengan Cak Eri.

Caranya cukup akses melalui bit.ly/SilaturahmiCakEri atau bergabung melalui akun Instagram @Surabaya dan @sapawarga. “Untuk Youtube juga bisa live streaming di akun Youtube Bangga Surabaya dan Youtube Sapawarga Kota Surabaya. Ayo rek saling maaf-memaafkan, Sampai ketemu nanti,” ujar mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Sementara itu, kabar dari Muhammadiyah, jumlah jamaah di beberapa tempat cukup membeludak. Meski begitu, Ketua MCCC Surabaya M. Arif An mengaku bahwa protokol kesehatan ketat tetap diterapkan.

“Kami melihat jamaah membeludak karena informasi dan pemberitahuan kami di media massa, khususnya Suara Surabaya, masif,” ujae Arif An.

Menurutnya, pemberitaan media massa memberikan pemahaman bahwa shalat Id di Muhammadiyah prokesnya ketat. Sehingga masyarakat paham bahwa Muhammadiyah benar-benar memberikan pelayanan ibadah standard protokol kesehatan ketat. Kepercayaan yang luar biasa.

“Terima kasih seluruh panitia shalat, PCM, dan MCCC. Mohon tetap tidak ada halalbihalal dan unjung-unjung,” lanjut pria yang juga menjabat Sekretaris PDM Surabaya itu.

Arif An juga meminta agar tetap memonitor kondisi jamaah yang telah mengadakan shalat Id dan unjung-unjung.

“Teruslah HP bapak/ibu menjadi tempat curhat. Bilamana ada gejala sakit atau demam, segera koordinasi dengan MCCC Surabaya. Jangan lengah. Tugas kita sampai Covid-19 nol di dunia, khususnya di Surabaya,” tegasnya.

Menurutnya, pengakuan masyarakat terhadap Muhammadiyah dalam masa pandemi ini adalah bukti hadirnya persyarikatan. Hadir di tengah kegelisahan ummat sebagai oase kedamaian dan wujud ketakwaan kita pada Allah.

“Ramadhan usai, jihad kita melawan virus tidaklah usai. Gelombang kedua virus ini jangan sampai terjadi seperti di India dan Malaysia,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here