Istiqamah Tekan Tembakau, Muhammadiyah Diganjar Penghargaan WHO

0
1835
Fajar Nusantara

KLIKMU.CO – Muhammadiyah mendapat penghargaan sebagai organisasi dengan kontribusi paling signifikan dalam kebijakan dan program pengendalian tembakau di tingkat nasional. Reward itu diberikan oleh World Health Organization (WHO) sehari menjelang momen peringatan World No Tobacco Day 31 Mei lalu.

Penghargaan bernama South-East Asia Region WHO World No Tobacco Day Award 2021 diterima atas peran aktif Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC). Secara nasional, MTCC bergerak dalam berbagai aspek dengan jejaring di bawah MTCN (Muhammadiyah Tobacco Center Network).

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, kita sadar betul bahwa capaian ini adalah bagian dari rahmat Allah dan buah dari perjuangan segenap warga persyarikatan. Menurutnya, gerakan ini dimulai dari tahun 2005. “Sudah sangat panjang dan itu berarti sudah berpuluh-puluh tahun,” puji Abdul Mu’ti dalam forum daring MPKU, Sabtu (12/6/2021), dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id.

Menurut Mu’ti, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menerbitkan fatwa tentang haramnya merokok pada 2010. Tahun lalu, Muhammadiyah kembali mengeluarkan Fatwa Haram Vape untuk merespons perkembangan rokok yang kini berinovasi menjadi rokok elektronik.

Muhammadiyah juga menetapkan seluruh amal usahanya sebagai kawasan tanpa rokok, menolak menerima sponsor dan promosi rokok, hingga turut aktif dalam berbagai advokasi kebijakan dan edukasi pengendalian rokok.

“Di Muhammadiyah sudah muncul budaya kita berhasil di level tertentu dari asap rokok. Kampus-kampus Muhammadiyah sudah banyak yang smoke free zone,” ucapnya. “Di Muhammadiyah memang masih ada perokok, tapi ngumpet-umpet,” ujarnya.

Sebagai organisasi masyarakat sipil pertama dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini, Abdul Mu’ti berpesan agar MTCC dan MTCN tidak berbangga diri. Perjuangan MTCC mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia yang ideal masih panjang.

“Sebab, kalau kita menganggap ini titik kulminasi, maka yang berikutnya adalah titik penurunan. Sementara kita ini baru berada pada tahapan yang terus naik dan apresiasi dari WHO ini adalah bagian dari second win atau spirit kedua,” paparnya.

“Sehingga langkah kita ini harus terus kita perkuat dan perluas lagi karena tujuannya bukan mendapatkan penghargaan WHO, tapi tujuannya adalah membangun masyarakat yang sehat, masyarakat yang kuat, dan membangun masyarakat yang sehat dan kuat itu adalah bagian dari kita mengamalkan ajaran Islam,” pesannya.

Ia pun secara pribadi dan atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan selamat dan sukses kepada MTCN yang sudah mendapatkan penghargaan dari WHO atas capaian dan keberhasilannya dalam berbagai program yang terkait dengan membangun kesehatan masyarakat. Khususnya dalam progam tobacco control.

Ketua Umum Muhammadiyah Tobacco Control Network Supriyatiningsih menambahkan, penghargaan dari WHO ini merupakan komitmen Muhammadiyah dengan menerbitkan Fatwa Haram Merokok oleh Majelis Tarjih sejak 2010. “Fatwa itu mewajibkan kita mengupayakan pemeliharaan derajat kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif sehat sebagai hak masyarakat di bumi ini,” katanya.

Menurut Supriyatiningsih, Muhammadiyah mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk terus meningkatkan upaya pengendalian tembakau lantaran pekerjaan rumah masih banyak. Prevalensi perokok dewasa dan anak-anak masih tinggi dan melebihi Rencana Pembangunan Jangan Menengah Nasional 2019.

“Kami mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat regulasi pengendalian tembakau diantaranya dengan melakukan revisi terhadap PP 109 tentang pengamanan zat adiktif dalam bentuk produk tembakau, menaikkan tarif cukai rokok, dan melarang iklan dan sponsor rokok,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here