Jadi Pejuang Muhammadiyah Jangan Pernah Kendho

0
27
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Kota Surabaya HM Arif An saat mengisi Baitul Arqam Santri LKSA Muhammadiyah Se-Kota Surabaya di MTC Jombang pada Sabtu (30/3/2024). (Istimewa)

Jombang, KLIKMU.CO – Menjadi pejuang politik di Muhammadiyah itu jarang. Tetapi, kalau cari mubaligh di Muhammadiyah itu banyak. Karena itu, para pejuang di Muhammadiyah jangan pernah kendho (kendur).

“Kalian di posisi ini adalah posisi yang paling tepat menjadi mujahid Muhammadiyah. Tanamkan di hati bahwa ke depan akan menjadi kader Muhammadiyah. Terima kasih kepada MPKS yang setiap tahun pasti memberi hal yang baru. Pembentukan kader Muhammadiyah itu dari semua lini. Yang paling dekat adalah dari LKSA,” kata Wakil Ketua Pimpinan Daerah Kota Surabaya HM Arif An saat mengisi Baitul Arqam Santri LKSA Muhammadiyah Se-Kota Surabaya pada Sabtu (30/3/2024).

Agenda yang bertempat di Muhammadiyah Training Center (MTC) Wonosalam Jombang ini berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Ahad pada 30 dan 31 Maret 2024.

Sementara itu, Ketua MPKS PDM Surabaya Ferry Yudi AS dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para LKSA yang mengikuti kegiatan ini dan juga pengurus MPKS PDM Surabaya.

“Tata hati, tata niat kalian di sini untuk fokus cari hal yang baru. Materi disimak dan ambil yang terbaik dari yang terbaik. Ambil materi yang banyak. Jadilah gelas yang kosong dan siap diisi ilmu sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Ferry lantas menyebut empat prinsip menjadi kader militan. Sesuai tema Baitul Arqam, yaitu “Mewujudkan Kader Militan Menuju Generasi Berkemajuan.”

Pertama, punya sikap. Kita harus punya sikap, prinsip, tidak mudah dipengaruhi orang lain. Sikap kita menentukan masa depan kita. Sikap kita hari ini akan menentukan masa depan.

Orang diremehkan karena tidak memiliki apa-apa terutama kemampuan. Sikap kita harus menjadi pemenang dan harus menjadi orang terbaik.

“Tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah pribadi yang tidak mudah diremehkan. Kita harus keras pada diri sendiri supaya dunia akan lunak pada kita. Kita harus mendisiplinkan diri. Tingkatkan sikap optimistis dan sikap berani yang tidak mudah menyerah untuk hal yang positif,” tegasnya.

Kedua, tolabul ilmi. Apapun ilmu yang diberikan, terima dengan baik. Orang yang memiliki ilmu akan lebih dihargai daripada orang yang hanya mengandalkan fisik.

Ketiga, rajin berorganisasi. Semua anak panti harus aktif organisasi. Dengan beroganisasi, jaringan akan kuat. Kita akan dipandang dan tidak diremehkan. Kita harus berani tampil untuk melanjutkan kader persyarikatan.

Keempat, jadi role model kehidupan. Kita harus menjadi contoh yang baik dan menjadi suri tauladan di manapun kita berada. Sehingga kita menjadi kader yang bisa diandalkan.

Baitul Arqam ini diikuti 49 santri dari LKSA seperti Rumah Pintar Matahari, Karangpilang, Semampir, Achmad Dahlan, Pakis, Kenjeran, Wiyung, Gersikan, Medoan Ayu, Al Muttaqin Gayungan, KH Mas Mansyur, AR Fachruddin, dan Nyai Walidah.

(Endar/Fikri/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini