Jejak Langkah Prof Suyatno di Muhammadiyah Patut Dicontoh

0
55
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) Prof Dr KH Dadang Kahmad MSi mengenang almarhum Prof Suyatno. (Dok UMBandung/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) Prof Dr KH Dadang Kahmad MSi merasa kehilangan dan duka mendalam atas wafatnya Rektor Pertama UMBandung Prof Dr H. Suyatno MPd beberapa hari lalu.

”Beliau itu teman dekat saya sejak sebelum bergabung dan setelah ada di Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebagai Rektor Uhamka, kebetulan saya diangkat sebagai Ketua BPH Uhamka dua periode sejak 2014. Dan ketika beliau pindah ke UMBandung, saya juga menjadi Ketua BPH di UMBandung,” ucap Prof Dadang dalam tausiah takziah virtual mengenang wafatnya Prof. Suyatno, Selasa (12/10/2021) malam.

”Saya sangat dekat dengan beliau. Walaupun beliau tidak jadi rektor kembali, hubungan kami tetap berjalan terus. Kami saling kirim pesan. Terakhir beliau kirim pesan kepada saya pada Rabu 6 Oktober. Beliau mohon doa karena sudah delapan hari dirawat di RSIJ Cempaka Putih. Saya sebagai sahabat tentu ikut mendoakan beliau semoga Allah SWT menyembuhkan beliau dan segala hal yang berkenaan dengan upaya penyembuhan berjalan lancar,” katanya.

Ketua PP Muhammadiyah ini juga mengatakan bahwa setelah berkirim pesan tersebut, Prof Suyatno sangat senang dan bergembira.  ”Namun pada Minggu (10/10/2021) siang saya sangat dikejutkan dengan informasi whatsapp PP Muhammadiyah yang mengabarkan bahwa beliau meninggal dunia. Oleh karena itu, kami serentak semua ketika itu mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun dan memanjatkan doa yang paling tulus kepada beliau,” tuturnya.

Muhsinin

Prof Dadang mengakui bahwa Prof Suyatno adalah orang yang sangat luar biasa. Beliau orang yang sangat berdedikasi kepada Muhammadiyah, bahkan lebih dari yang seharusnya.

”Malah beliau itu disebut muhsinin, berlaku ihsan. Ihsan itu melebihi segala sesuatu hal yang diwajibkan. Beliau seolah-olah tidak kenal lelah siang dan malam. Beliau itu tidak pernah menolak perintah apa pun dari PP Muhammadiyah. Yang kita tahu yang kemarin itu juga mengelola UMBandung seperti yang disampaikan tadi oleh Pak Rektor, sebetulnya Prof Suyatno itu pendirinya, yang jelas pendirinya. Walaupun ada tim pendiri, tetapi begitu fokus dan serius beliau memperjuangkan sehingga berdiri UMBandung. Bukan sekadar mendirikan, Prof Suyatno juga membangun UMBandung,” ucapnya.

Oleh karena itu, Prof Dadang mengajak semua kader, khususnya yang ada di UMBandung, untuk mencontoh jejak langkah Prof Suyatno. Di samping itu, Prof Dadang mengaku dirinya sering terkagum-kagum karena Prof Suyatno sering melaporkan semua kegiatannya yang sangat luar biasa.

”Saya juga sering berkomentar ‘Prof, saya tidak bisa mengikuti jejak langkah antum yang sangat luar biasa itu’. Oleh karenanya, sekali lagi kita memohon kepada Allah untuk supaya Prof. Suyatno diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan diberi pahala yang luar biasa serta dimasukkan ke surga jannatun na’im,” tuturnya. (Feri/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here