Jika Terpilih Wapres, Mahfud MD Janji Bereskan Aparat Penegak Hukum yang Nakal

0
11
Prof Mahfud MD saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2023 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. (Dok MUI.or.id)

Jakarta, KLIKMU.CO – Jika terpilih sebagai wakil presiden, Prof Mahfud MD ingin fokus menertibkan aparat penegak hukum. Hal itu disampaikan cawapres nomor urut 3 tersebut dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2023, Jumat (1/12).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, tersebut dihadiri oleh peserta perwakilan MUI pusat, daerah, hingga beberapa ormas Islam.

“Saya tahu siapa aparat penegak hukum yang nakal. Saya punya banyak data, tetapi saya tidak memiliki kewenangan untuk membereskannya karena saya hanya Menko,” ungkap Mahfud dikutip dari laman resmi MUI.

Sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko), Prof Mahfud mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menangani berbagai kasus yang terjadi di Indonesia. Meskipun, dia sendiri memiliki data yang bisa dipertanggungjawabkan terkait ini.

Selain itu, Mahfud menyebut beberapa contoh kasus aparat yang nakal kasusnya tidak terselesaikan dengan baik. Justru penyelesaiannya janggal, bahkan tidak tuntas.

“Pernah saya mengirimkan tim untuk menangani suatu kasus yang terlihat janggal. Sayangnya, ketika diperiksa kasus tersebut telah dilimpahkan ke pengadilan,” ungkapnya.

Pelimpahan kasus yang tergolong mentah tersebut, menurut Mahfud, tujuannya agar tim yang diutusnya tidak lagi ikut campur dalam kasus ini. 

Lebih lanjut, Mahfud juga menyampaikan ada aparat yang terjerat kasus, tapi malah dipindahtugaskan hingga dinaikkan pangkat.

“Perlakuan tersebut justru semakin menegaskan masih adanya mafia yang bermain dalam berbagai kasus yang menjerat aparat penegak hukum,” tegasnya.

Karena itu, dia berjanji akan berusaha membereskan para aparat ini.

“Di ranah eksekutif biar kami yang tata, sedangkan untuk legislatif yudikatif mari kita semua bekerja sama. Pemerintah tidak akan mampu bekerja sendirian tanpa adanya pengawalan dari bapak dan ibu sekalian serta masyarakat Indonesia,” tandas tokoh asal Madura, Jawa Timur, itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini