Jokowi Resmikan Kampus Terpadu Muallimin, Haedar: Ini Penghargaan kepada Muhammadiyah

0
202
Presiden Jokowi (tengah) berbincang bersama Ketum Haedar Nashir (dua dari kanan) dan Buya Syafii Maarif. (dua dari kiri). (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan rumah susun (rusun) di lingkungan Kampus Terpadu Madrasah Muallimin Muhammadiyah yang berlokasi di Bandut Lor, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (10/9/2021).

Peresmian rusun ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif, dan Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Aly Aulia

“Baru saja Presiden Jokowi meresmikan rusun untuk Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Pembangunan rusun ini termasuk cepat, dimulai September 2020 dan selesai Mei 2021. Setelah selesai pada Mei lalu, rusun sudah langsung digunakan pada bulan Juli saat dimulainya tahun ajaran baru. Rusun ini mampu menampung sebanyak 344 santri,” ujar Khalawi seperti dikutip dari siaran pers Kementerian PUPR.

Rusun Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah merupakan rusun tipe 24 yang terdiri dari 1 tower 4 lantai dengan 86 unit yang meliputi 84 unit tipe hunian standar dan 2 unit tipe hunian difabel. Setiap lantai memiliki luas 962,5 m2, sedangkan setiap unit memiliki luas 24 m2 (ruang kamar 18,63 m2, kamar mandi 2,9 m2, balkon teras 2,47 m2).

“Setiap unit kamar sudah dilengkapi dengan 2 tempat tidur bertingkat (single bed untuk difabel), 2 lemari, 4 meja dan kursi belajar, kamar mandi, dan balkon teras. Sehingga dalam satu kamar bisa menampung sampai 4 orang santri. Selain itu, disediakan juga heat detector di setiap kamar dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di setiap lantai untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran,” ujar PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus BP2P Jawa III Ahmad Fahmi.

Pembangunan rusun yang diperuntukkan sebagai asrama bagi para santri pria tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Logos Construction dan manajemen konsultan Ciria Expertindo Konsultan dengan biaya sebesar Rp 22,8 miliar.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bangunan yang sudah jadi di Kompleks kampus terpadu Mu’allimin di antaranya Gedung Sekolah serta Asrama Santri. Kedua bangunan itu, kata Haedar merupakan hasil sumbangan dari Presiden RI sebagai wujud dari penghargaan terhadap Muhammadiyah. Karena madrasah Muallimin merupakan madrasah yang punya sejarah bagi Muhammadiyah sejak tahun 1918.

“Awalnya madrasah ini dinamai dengan nama Kweek School, karena 10 tahun menggunakan istilah Kweek School, oleh regulasi Pemerintah Kolonial harus menyesuaikan dengan aturan, maka diubahlah menjadi Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. Tetapi intinya sama dengan tujuan awalnya yakni sekolah untuk menghasilkan pemimpin, dan sekolah untuk menghasilkan pendidik, salah satunya Buya Syafi’i Ma’arif,” kata Haedar.

Selain asrama dan gedung sekolah, pembangunan masjid dibantu oleh Fahmi Yendra, seorang Pengusaha Muda Muhammadiyah Masjid yang diberi nama Masjid Hajah Yuliana Muallimin ini merupakan nama dari ibu kandung Fahmi, sebagai bentuk berbakti kepada orang tua.

“Fahmi yaitu pengusaha Muhammadiyah, anak muda yang membantu membangun dan atas nama ibundanya sebagai bentuk dari birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Ini hal yang langka ya di zaman modern di mana anak begitu rupa ingin berbuat baik pada orang tua. Nah ini masjid perpaduan antara modern dan klasik,” pungkasnya. (RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here