Kader Adalah Pasukan Inti Muhammadiyah, Carilah Bibit yang Unggul

0
65
Ustadz Yusuf Ismail saat pengajian di Masjid Asy-Syifa’ Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. (Fathan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Tamir Masjid Asy-Syifa’ Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan melaksanakan Kajian Islam bagi Karyawan RS Muhammadiyah Lamongan dengan tema Kaderisasi Muhammadiyah. Acara yang berlangsung melalui Zoom meeting virtual Kamis (25/11/2021) itu menghadirkan narasumber Ustadz Yusuf Ismail SPd.

Yusuf yang juga menjadi ketua Kwarda HW Lamongan ini mengatakan, agar organisasi Muhammadiyah berjalan dengan baik dan benar, maka harus menjadi konsekuensi logis jika organisasi Muhammadiyah mau berjalan dengan baik mampu mengelola amal usahanya dengan proporsional dan profesional. Hal semacam ini harus memiliki sistem yang dapat berjalan dengan baik dan tidak lemah.

“Kader merupakan pasukan inti dari Muhammadiyah. Kekualitasan dari Muhammadiyah didukung oleh wawasan kader yang militan dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, jangan sampai kita memiliki kader di macam sektoral, termasuk di pengembangan-pengembangan amal usaha Muhammadiyah. Kader dalam istilah yang biasanya digunakan dalam organisasi orang yang bisa diharapkan memegang peran penting dalam organisasi. Sedangkan pengkaderan merupakan proses atau pencarian kader secara struktural akan dimasukkan dalam kepemimpinan organisasi.

Yaitu mencari bibit-bibit dalam pengkaderan itu dengan menyiapkan moral, akhlak, bertauhid, dan karakter bermuhammadiyah. Karena itu kita butuh kesabaran dan keuletan dalam menjalani.

“Karena proses dalam perkaderan itu dimaksudkan untuk mengantikan kepemimpinan baik di ranah amal usaha Muhammadiyah, lembaga, dan lainnya,” paparnya.

Oleh karena itu, proses kaderisasi Muhammadiyah menjadi peran penting dalam Muhammadiyah masa yang akan datang. Dalam tranformasi nilai Islam maupun karakter Muhammadiyah demi kelangsungan kepemimpinan dan reorganisasi Muhammadiyah kedepan.

“Berarti kita memiliki tanggung jawab dan konsekuensi mendidik anak-anak kita dan mengajak keluarga untuk menanamkan nilai-nilai bermhammadiyah,” ujarnya.

Yusuf mencontohkan bapaknya kerja di Muhammadiyah, tapi tidak tahu Milad Muhammadiyah itu kapan. “Jangan sampai hanya mencari hidup di amal usaha Muhammadiyah saja tidak pernah berpikir perkembangan dan nilai-nilai Muhammadiyah. Yusuf mencontohkan merintis di Muhammadiyah,” ungkapnya.

Menurutnya, tujuan perkaderan Muhammadiyah terbentuknya kader Muhammadiyah yang memiliki roh serta mempunyai integritas dan kompetensi untuk berperan aktif di Muhammadiyah di persyarikatan Muhammadiyah secara universal. Kader militan itu tangguh dan selalu siap menghadapi masalah.

Perkaderan hakikatnya merupakan pembinaan personil anggota dan pimpinan secara terprogram dengan tujuan bagi persyarikatan dititik beratkan pada pembinaan ideologi Muhammadiyah, ideologi-ideologi gerakan Muhammadiyah dan mengoptimalkan system kaderisasi yang menyeluruh. Berorientasi ke masa depan.

“Perkaderan Muhammadiyah menjadi upaya penanaman nilai sikap dan cara berpikir serta meningkatkan kompetensi dan integritas terutama dalam aspek ideologi, kualitas kepemimpinnan ilmu pengetahuan dan wawasan bagi segenap pimpinan, kader dan anggota Muhammadiyah atau warga Muhammadiyah,” tandasnya. (Fathan Faris Saputro/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here