Kajian Pimpinan Ranting Sukolilo Ajak Teladani Perjuangan KH Mas Mansur

0
55
Ketua Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Andi Hariyadi menjadi narasumber Kajian Pimpinan PRM Sukolilo. (Istimewa/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Sudah menjadi komitmen bersama, pimpinan di Muhammadiyah hendaknya mampu memberikan keteladanan khususnya dalam hal implementasi kebijakan Persyarikatan. Dengan begitu, organisasi Muhammadiyah aktif memberikan dakwah yang mencerahkan karena sudah memahami prinsip-prinsip ideologi Muhammadiyah yang sudah menjadi keputusan Persyarikatan.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bulak Surabaya Abd. Haris saat memberikan sambutan pada Pengajian Pimpinan Ranting Sukolilo Cabang Bulak pada Senin (8/7/2024) malam selepas isya di SD Bahari Muhammadiyah 9 Surabaya.

Lebih lanjut, Haris menilai momen Tahun Baru 1446 H sangat penting untuk melakukan perubahan menuju yang lebih baik. Nah, jika sudah baik, dia berharap terus ditingkatkan kebaikannya.

Sebab, baginya, keberadaan ranting begitu penting sebagai ujung tombak Persyarikatan di grassroots dengan sentuhan dakwah Islam.

“Melalui kajian pimpinan ini, diharapkan semakin meningkatkan konsolidasi organisasi dan penguatan ideologi Muhammadiyah yang akan dikaji bersama, di antaranya yang termaktub pada Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup (MKCH) Muhammadiyah,” tuturnya.

Andi Hariyadi sebagai narasumber kajian implementasi nilai-nilai MKCH menyampaikan, gerakan dakwah Muhammadiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan hingga memasuki usia 116 tahun berdasar perhitungan tahun Hijriyah terus berkibar dan berkembang. Itu karena adanya keteladanan dan kesungguhan dari para Pimpinan Persyarikatan dengan ide-ide dakwah yang relevan sesuai kebutuhan dan persoalan di masyarakat yang terus berkembang.

“Konsisten dakwah ini didasari akidah ketauhidan yang benar dan dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ketua Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya itu.

Begitu juga Muhammadiyah di Surabaya yang awal dinamikanya langsung dalam pembinaan KH Ahmad Dahlan. Dengan begitu, KH Mas Mansur beserta kader-kader lainnya berkomitmen mengembangkan dakwah Islam melalui Persyarikatan Muhammadiyah, terutama di Surabaya.

“Usaha dakwah pun terus berkembang dan KH Ahmad Dahlan pada 1 November 1921 melantik Pimpinan Muhammadiyah Cabang Surabaya dengan ketua pertama KH Mas Mansur. Dakwah Islam terus dimaksimalkan sehingga berdirilah masjid, sekolah, panti asuhan, dan rumah sakit. Meski saat itu dalam kondisi terjajah, kader-kader Muhammadiyah terus berkibar menguatkan perjuangan dakwah Muhammadiyah,” imbuh Andi yang juga penggiat sejarah itu.

Andi menambahkan, proses yang panjang dengan capaian-capaiannya itu dilalui dengan perjuangan dan pengorbanan demi tercapainya tujuan. Kesadaran seperti ini terjadi karena kuatnya ideologi Muhammadiyah yang terimplementasi dalam karya-karya nyata.

“Maka dengan kajian MKCH ini, di samping untuk penguatan gerakan sekaligus menginspirasi perjuangan yang lebih maksimal meski penuh tantangan, dengan melibatkan kader-kader muda Muhammadiyah yang ada di ranting semakin memudahkan perjuangan,” paparnya.

Mengingat tantangan dan permasalahan ke depan semakin berat, Andi menyebut harus kita kuatkan pemahaman ideologi Muhammadiyah yang sudah menjadi kebijakan. Dengan begitu, kader-kader Muhammadiyah tetap tegar dan mampu berkompetisi serta berkontribusi.

“Bangun spiritualitas dan akhlak mulia agar perjuangan meraih kesuksesan. Bangun loyalitas dan militansi perjuangan di Muhammadiyah agar dakwah Islam tetap bersinar dengan prinsip berkemajuan,” tegas Andi.

Kajian pimpinan dengan pembahasan implementasi nilai-nilai MKCH ini berlangsung sekitar dua jam. Malam semakin larut, peserta antusias bertanya sekaligus berdiskusi terkait persoalan kekinian seperti penarikan dana Muhammadiyah di BSI dan upaya pendirian Bank Muhammadiyah, rencana pengelolaan tambang dan sejauh mana kesiapan Muhammadiyah untuk bisa mengelola tambang tanpa merusak lingkungan.

Kemudian persoalan judi online yang menyebar luas dengan transaksi triliunan dan lainnya. “Hal ini menunjukkan berkembangnya wawasan pimpinan dengan isu-isu yang  aktual. Dan kajian MKCH masih pendahuluan dan akan dilanjut pada waktu berikutnya,” kata Ketua PRM Sukolilo Wasis Hendro Rahardjo.

(Andi/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini