21 Februari 2026
Surabaya, Indonesia
Berita

Kajian Ramadan Jadi Momentum Konsolidasi Ideologis Persyarikatan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan pentingnya penguatan ideologi dan wawasan keislaman dalam koridor persyarikatan. dalam Pengajian Ramadan 1447 H. (Medkom PP Muhammadiyah)

KLIKMU.CO – Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menegaskan pentingnya pengajian Ramadan sebagai ruang konsolidasi ideologis sekaligus penguatan pandangan keislaman bagi seluruh komponen persyarikatan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkaya dan memperluas wawasan keislaman dalam bingkai Islam Berkemajuan.

“Selama tiga hari kita akan menghadiri pengajian ini untuk memperkaya, memperluas pandangan keislaman kita untuk menggerakkan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam koridornya. Koridor itu penting karena kita berada dalam persyarikatan organisasi kita yang bernama Muhammadiyah,” ujar Haedar saat membuka Pengajian Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di UMY Dormitory pada Jumat (20/2/2026).

Haedar menekankan bahwa koridor persyarikatan merupakan fondasi utama dalam menjaga arah gerakan agar tetap konsisten terhadap ideologi dan cita-cita besarnya. Melalui penguatan akidah yang lurus dan murni, lanjutnya, hal itu menjadi kunci dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini, “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis”, dipilih sebagai ikhtiar strategis untuk memperdalam sekaligus menyempurnakan pemahaman ideologi Muhammadiyah.

Menurut Bachtiar, penguatan tauhid murni harus dapat terimplementasi dalam praksis gerakan dan kehidupan berorganisasi.

“Oleh karena itu, kami sengaja mengambil tema ini sebagai bagian dari ikhtiar di dalam mengisi ruang-ruang kosong yang ada di Muhammadiyah. Sehingga nanti bisa semakin menyempurnakan, semakin menguatkan bangunan paham bersama dan ideologi Muhammadiyah agar lebih utuh dan lebih baik,” ujarnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Acmad Nurmandi menceritakan sejarah dan kiprah panjang Muhammadiyah sejak masa sebelum kemerdekaan. Ia menilai kekuatan dan ketangguhan Muhammadiyah hingga hari ini merupakan bagian dari “DNA gerakan” yang terbentuk melalui ketekunan, kemandirian, dan kekuatan organisasi.

“Untuk membentuk kolektif identitas kita sebagai Muhammadiyah adalah tentang bagaimana kita dalam kondisi sulit tetap bisa berjalan, terorganisir, dan memiliki daya dukung yang kuat. Harapannya, melalui pengajian Ramadan ini semakin banyak publikasi tentang perjalanan Muhammadiyah sehingga kita bisa terus memperkaya ilmu dan mengenal lebih dekat persyarikatan ini,” jelasnya.

(Bhisma/AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *