Kampung Binaan Dosen UMM Empat Besar Lomba Kelurahan Provinsi

0
78
Tim dosen UMM saat melakukan presentasi di RW 02 Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. (Wildan/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Selain pendidikan, pengajaran, dan penelitian, pengabdian pada masyarakat juga menjadi bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi. Hal itu pula yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terdiri dari Dra. Arfida Boedirochminarni, M.S., Happy Febrina hariyani, SP., M.Si., dan Dr. Ratih Juliati, M.Si.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) UMM, mereka membina masyarakat di RW 02 Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Menariknya, mereka menjadi support bagi Kelurahan Gading Kasri mewakili Kota Malang dan kini sudah masuk empat besar lomba kelurahan tingkat provinsi tahun 2021.

Saat ditemui, Arfida menjelaskan bahwa sebenarnya pendampingan sudah berlangsung sejak 2014 lalu yang dilakukan secara bertahap. Beberapa kali mereka memberikan materi dan pendampingan, bahkan juga mengajak warga untuk melakukan studi banding ke UMM serta beberapa kota lain.

“Di samping itu juga kembali menata struktur, manajemen organisasi, hingga pengetahuan tentang pajak. Tim tersebut juga membimbing para warga untuk membuat NPWP dan mengembangkan kreativitas produk UMKM yang potensial,” kata Arfida, Senin (21/6/2021).

Arfida melanjutkan, dimulai dari proses panjang itulah akhirnya RW dan UMKM binaan dosen UMM ini bisa membantu kelurahan menjadi perwakilan Kota Malang dalam kompetisi tingkat Jawa Timur dan kini memperebutkan juara. Berkat raihan tersebut, pihak kelurahan akhirnya berinisiatif menjadikan Gading Kasri sebagai Kampung Wirausaha.

“Pihak kelurahan juga ingin agar hal ini bisa ditularkan ke RT maupun RW yang lainnya,” terangnya.

Adapun pada bulan Juni ini, tim dosen UMM menggaet PMM mahasiswa untuk kembali mengembangkan produk UMKM yang baru. Mereka rencananya akan mendorong para warga untuk membuat permen jeli yang akan dipasarkan lebih luas.

Arfida mengaku selama tujuh tahun pendampingan, perkembangan Kampung UMKM Kreatif menunjukkan peningkatan kemandirian. Hal ini dibuktikan dengan produk kreatif yang dihasilkan seperti pemanfaatan limbah plastik menjadi produk aksesoris dompet, bunga, bahkan jepit rambut. Ada juga produk kuliner yang mulai berkembang yakni susu kedelai dan juga permen jeli.

“Semua hasil ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara tim dosen UMM, warga sekitar, pihak kelurahan dan juga PMM Mahasiswa yang sudah banyak membantu,” terangnya.

Arfida berharap program pengabdian dan pendampingan ini bisa berlanjut, sehingga bisa memberikan manfaat lebih kepada masyarakat. Bahkan, ia juga berharap agar pengembangan serupa bisa dilaksanakan di wilayah lain yang memiliki potensi.

“Dengan begitu, semakin banyak kelompok masyarakat yang bisa mandiri dengan program-program dan aktivitasnya,” pungkasnya menjelaskan. (Wildan/RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here