Kampus Jangan Jadi Menara Air, tapi Jadilah Korek Api

0
244
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof Dr Drs Pratikno MSoc Sc dalam kuliah tamu di UMM. (Tangkapan layar/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merespons program kampus merdeka belajar dengan mengundang Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof Dr Drs Pratikno MSoc Sc dalam kuliah tamu. Agenda yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (15/12/2020) tersebut menekankan tema Membangun Ekosistem Inovasi Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0.

Rektor UMM Dr Fauzan MPdI mengungkapkan bahwa tantangan dan tuntutan bagi perguruan tinggi semakin banyak seiring waktu. Dua hal kunci yang bisa membantu menghadapinya adalah dengan meningkatkan inovasi dan improvisasi dari segala sisi. Menurutnya, perubahan di era ini bukanlah sebuah pilihan melainkan keharusan.

Pratikno dalam pemaparannya menerangkan, perubahan di masa kini berbeda dengan era sebelumnya. Perubahan yang ada sekarang tidak bisa diprediksi. Karena itu, menyusun rencana memang penting, tapi mengubah perencanaan jauh lebih penting, lebih-lebih di era disrupsi.

Menteri yang pernah mengenyam pendidikan di University of Birmingham itu juga mendorong perguruan tinggi untuk mengubah peran para pendidik. Tidak hanya sebagai pengajar, tapi juga sebagai activator, co-designer, learning partner, bahkan juga bisa menjadi community developer.

“Kiasan perguruan tinggi sebagai menara air sudah tidak relevan lagi. Sekarang perguruan tinggi lebih dituntut untuk menjadi korek api. Menyulut semangat dan mendukung mahasiswanya untuk menjadi lebih baik,” tutur Pratikno.

Di samping itu, ia juga mendorong perguruan tinggi untuk berkolaborasi dengan praktisi, khususnya para digital expert.

Pratikno juga menekankan bahwa materi di dalam kelas tidaklah cukup bagi mahasiswa. Mereka memerlukan portofolio dan karya nyata dalam menghadapi era disrupsi. Selain itu, perguruan tinggi juga dituntut untuk memberikan soft skill bagi para peserta didiknya.

“Dua hal itu adalah kunci penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan yang akan datang,” terangnya lebih lanjut.

Terakhir, ia berharap institusi pendidikan bisa memberikan porsi lebih bagia mahasiswa untuk mengembangkan dirinya. Salah satunya dengan memperbanyak mata kuliah pilihan yang ada. “Kurikulum harus dibuka semerdeka mungkin, dengan begitu pemuda-pemuda yang kita miliki bisa memberikan inovasi dan ide baru,” ungkapnya. (Candra/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here