Karena Virus dan Vaksin, Alasan Saudi Tak Kunjung Umumkan Haji

0
225
Konsul Haji Endang Jumali (kiri) bersama Konjen RI di Jeddah. (Kemenag)

KLIKMU.CO – Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menyebut bahwa pihaknya baru mendapat informasi terkait alasan Arab Saudi belum mengumumkan informasi resmi apa pun terkait haji. Menurut Endang, berdasarkan penjelasan yang disampaikan Plt Menteri Media/Penerangan Saudi Mr Majid bin Abdullah Al-Qashabi, mutasi virus Covid-19 dan kelangkaan vaksin menjadi salah satu alasannya.

“Mutasi virus Covid-19, kelangkaan vaksin, dan perkembangan wabah Covid-19 menjadi alasan Arab Saudi belum mengumumkan mekanisme penyelenggaraan haji tahun ini,” jelas Endang, Ahad (6/6/2021).

Menurutnya, Plt menteri media memang secara berkala memberikan penjelasan melalui konferensi pers terkait perkembangan Covid-19. “Dan penjelasan tentang alasan belum umumkan teknis operasional haji disampaikan dalam konferensi pers hari ini (Ahad),” sambungnya.

Endang melanjutkan, penjelasan Arab Saudi ini mengonfirmasi pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam jumpa pers pada 3 Juni 2021. Bahwa sampai saat ini belum ada informasi resmi apa pun dari Arab Saudi terkait operasional haji.

“Indonesia sudah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah tahun ini. Keputusan itu diambil setelah persiapan dan diplomasi panjang. Faktanya, pandemi global belum terkendali dan Arab Saudi juga tak kunjung beri informasi,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat Silaturahim Haji dan Umrah Indonesia (SAHI) menghormati dan memahami keputusan pembatalan pemberangkatan jamaah haji 1442 H/2021 M yang diambil pemerintah. Hal ini disampaikan SAHI melalui pernyataan sikap tertulis yang ditandatangani Ketua Umum SAHI Abdul Khaliq Ahmad dan Sekjen SAHI HM Agoest Zakaria pada Jumat (4/6/2021).

“DPP SAHI menghormati dan dapat memahami keputusan pemerintah yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan aktual dan rasional, serta dapat dipertanggungjawabkan secara konstitusional dan secara syari dalam pengambilan keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji tersebut,” kata Abdul Khaliq.

Setelah ini, DPP SAHI mendorong agar pemerintah melakukan komunikasi intensif kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Organisasi Konferensi Islam untuk memperoleh tambahan kuota haji pada musim haji berikutnya setelah berakhirnya pandemi Covid-19.

“Ini sebagai solusi dalam mengatasi daftar tunggu calon jamaah haji yang semakin panjang dan lama karena saat ini telah mencapai lebih dari 5 juta orang yang antre dengan rata-rata masa tunggu lebih dari 21 tahun,” ujarnya.

SAHI juga mengajak kepada para calon jamaah haji untuk ikhlas dan bersabar atas keputusan ini. Juga terus berdoa agar pandemi segera berakhir. “Ini karena semata-mata demi perlindungan kesehatan dan keamanan terhadap calon jamaah haji akibat pandemi Covid-19,” terangnya.

Abdul Khaliq pun menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk memahami keputusan pembatalan keberangkatan calon jamaah haji Indonesia secara jernih dan husnuzan. Selain itu, menjaga kehidupan nasional tetap kondusif agar pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 berangsur membaik dan bangkit. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here