Kasus Covid-19 Meningkat, Muhammadiyah Terus Gotong Royong Bantu Warga Isoman

0
72
Petugas KLL UM Surabaya bersiap mengantarkan paket buat warga isoman. (Andi Hariyadi/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Kasus Covid-19 di Kota Surabaya masih menunjukkan tren kenaikan akhir-akhir ini. Bahkan, layanan kesehatan semakin terbatas, baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Tak heran jika pasien yang isolasi mandiri (isoman) di rumah semakin banyak.

“Makanya, ini butuh kedisiplinan protokol kesehatan dan kepedulian semua pihak dalam membantu masyarakat, khususnya yang sedang isolasi mandiri di rumah,” kata Sekretaris MCCC Surabaya Andi Hariyadi, Jumat (16/7/2021).

Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada segenap masyarakat, Lazismu Surabaya, KLL Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan Lazismu Jawa Timur yang terus peduli dan berbagi pada warga yang sedang isolasi mandiri. “Terima kasih banyak atas bantuannya,” kata dia.

Dr. Mulyono Najamudin, Ketua Kantor Layanan Lazismu (KLL) UM Surabaya mengajak semua pihak untuk bergabung, empati dan berpartisipasi donasi untuk Paket Isoman Covid-19. Yang mana paketnya terdiri dari dua macam, yaitu Paket A terdiri susu, vitamin, beras, roti, masker, madu. Kemudian Paket B terdiri dari look bayi, biscuit bayi, vitamin, roti, masker. “Mari berpartisipasi donasi untuk paket isoman ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris KLL UM Surabaya Salman Al Farisi, mengatakan bahwa seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19, berakibat pada pelayanan rumah sakit yang penuh, sehingga banyak warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Hal ini menjadi perhatian khusus karena warga yang terjangkit dan sedang isoman ini apabila dibiarkan di rumah juga mengkhawatirkan, dan apabila keluar rumah malah bisa membahayakan warga yang lainnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya hadir memberikan bantuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Alhasil, terwujudlah “Paketnya Sehat Untuk Isoman”.

Awalnya, program yang dicanangkan oleh KL Lazismu UM Surabaya ini dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 8-10 juli 2021, hanya saja melihat antusias warga isoman yang membutuhkan program ini sangat tinggi, maka program ini dilanjutkan sampai tanggal 13 Juli 2021.

“Antusiasme warga itu bisa kita lihat dari data permintaan warga isoman yang masuk pada kami, jumlahnya sebanyak 2000 orang lebih, hal ini menunjukkan bahwa kondisi Surabaya sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Tentunya, lanjut dia, persoalan ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Makanya, ia mengajak kepada segenap elemen masyarakat, baik kampus, amal usaha maupun lembaga sosial yang lain juga turut berpartisipasi dan bergerak bersama untuk mengatasi persoalan warga isoman ini. (RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here