Kembangkan Pembelajaran STEM Berbasis Keunggulan Lokal di Kota Batu

0
9
Tim pengabdian blockgrant FKIP UMM melakukan pendampingan kepada para guru di SMA Muhammadiyah 3 Batu. (Husamah/KLIKMU.CO)

Malang, KLIKMU.CO – Tim pengabdian blockgrant FKIP UMM melaksanakan pendampingan kepada para guru di SMA Muhammadiyah 3 Batu untuk mengembangkan pembelajaran STEM berbasis keunggulan lokal.

Batu merupakan kota administratif yang terkenal dengan berbagai atraksi wisatanya dari tempat wisata berbasis teknologi modern sampai wisata berbasis agroindustri. Hal ini tentu menjadi bekal yang dapat dikembangkan oleh sekolah dalam pembelajaran.

Tujuan kegiatan ini adalah tidak lain untuk meningkatan kompetensi siswa baik soft skill dan hard skill yang sesuai dengan potensi wilayah Kota Batu.

“Kegiatan ini adalah salah satu strategi yang ditujukan untuk peningkatan kompetensi guru, utamanya agar bisa membekali siswanya dengan pembelajaran STEM yang bermakna berbasis unggulan daerah,” ujar Fuad Jaya Miharja selaku pelaksana kegiatan dalam acara yang berlangsung Kamis (26/10) itu.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMA Muhammadiyah 3 Batu Karnadi Utomo SPd. Ia menjelaskan dalam sambutannya tentang pentingnya mengangkat potensi lokal Batu dalam pembelajaran.

“Kami sangat senang dan mengucapkan terima kasih atas pendampingan oleh tim pengabdian blockgrant FKIP UMM ini. Ke depan, diharapkan guru kita dapat lebih kompeten untuk mengembangkan STEM, terlebih lagi dihubungkan komoditas unggulan Kota Batu,” paparnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan focus group discussion yang menjadi inisiasi program pengabdian UMM untuk menjadikan guru di SMA Muhammadiyah 3 Batu lebih expert lagi dalam pengembangan STEM.

Selanjutnya, kegiatan yang akan dilakukan adalah workshop penyusunan pembelajaran STEM.

Fuad melanjutkan, STEM bukan merupakan hal baru di sekolah. Pihaknya yakin bahwa guru telah menerapkan frame work STEM, namun belum menyadari dan belum terorganisasi.

Tujuan akhir kegiatan ini adalah membentuk cara berpikir siswa dengan pembelajaran bermakna menggunakan masalah-masalah yang terjadi di sekitar siswa. Hal ini tentu akan meningkatkan keinginan belajar siswa dan cenderung meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Harapannya, siswa siap menghadapi permasalahan-permasalahan di sekitarnya dan menjadikan mereka pribadi yang tangguh dan kreatif.

(Husamah/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini