Kemenag Wacanakan Sertifikasi Penceramah, Begini Tanggapan Ketua PP Muhammadiyah

0
364
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Dadang Kahmad. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Wacana sertifikasi terhadap dai atau penceramah yang dicanangkan Kemenag tak bisa langsung diterima begitu saja. Adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad yang melontarkan komentar tersebut. Menurut Dadang, sertifikasi itu wajar jika hanya dilakukan kepada para dai yang berafiliasi dengan Kementerian Agama.

“Kalau sertifikasi ini untuk penceramah yang ada di Kantor Urusan Agama (KUA) atau penyuluh resmi di bawah pemerintah, silakan sertifikasi. Itu hak pemerintah,” kata Dadang, Rabu (2/6/2021).

Akan tetapi, apabila sertifikasi yang dimaksud Kemenag terhadap dai di luar status aparatur sipil negara (ASN), Dadang berpendapat lain. “Untuk yang lain seperti penceramah dari ormas atau freelance, apa jangkauannya? Itu tidak ada hubungan kerja dengan Kemenag,” tegas Dadang.

Meski demikian, apabila sertifikasi itu tetap diterapkan, Dadang berpesan agar pertanyaan yang diberikan berkualitas dan tidak bermasalah. Misalny seperti pertanyaan Tes Wawasan Kebangsaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini yang sarat polemik.

“Saya mempertanyakan konsekuensinya dari sertifikasi ini. Apa yang akan terjadi jika seseorang lulus atau tidak. Akan berdampak seperti apa kepada para penceramah atau dai ini,” tanya Dadang retoris.

Sebelumnya, wacana melakukan sertifikasi wawasan kebangsaan bagi penceramah agama disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR pada awal pekan ini. Menag mengatakan, sertifikasi ini terkait dengan penguatan moderasi beragama melalui kompetensi penceramah.

Kementerian Agama (Kemenag) juga menyebutkan bahwa rencana sertifikasi wawasan kebangsaan tidak hanya ditujukan bagi penceramah beragama Islam. Program tersebut juga akan menyasar pemuka agama lain.

“Fasilitas pembinaan ini bertujuan meningkatkan kompetensi para dai dan penceramah dalam menjawab dan merespons isu-isu aktual. Strategi metode dakwah menitikberatkan pada wawasan kebangsaan atau sejalan dengan slogan hubbul wathan minal iman,” ujarnya.

Rencana sertifikasi wawasan kebangsaan yang digulirkan Menag agar para dai memiliki materi-materi dakwah tentang moderasi beragama. Sebab, Kemenag mengklaim selama ini tak dimungkiri ada penceramah yang provokatif dan intoleran dalam memberikan materi ceramahnya.

Kemenag juga berencana menggandeng Muhammadiyah dan NU dalam tes wawasan kebangsaan dan moderasi beragama. “Kita melibatkan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, MUI dan ormas-ormas Islam yang lain, jadi bukan dilakukan oleh Kementerian Agama sendiri, kami tahu karena kami sadar selain keterbatasan resources yang kita punya tentu ya pemahaman kita juga beragam,” ungkap Menteri Yaqut.(AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here