Keren! Sekretaris Umum Muhammadiyah Wakili Umat Islam Asia Tenggara Ceramah di Vatikan

0
329
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti saat ceramah di Vatikan. (IBTimes.id)

KLIKMU.CO – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menjadi satu-satunya wakil Indonesia bahkan Asia Tenggara dalam forum pertemuan para pemimpin agama dunia di Vatikan, Selasa (5/10/2021).

Dalam forum bertajuk Religions and Education: Toward a Global Compact on Education itu, Abdul Mu’ti berada satu meja dengan pemimpin Katolik dunia Pope Francis dan mufti agung Al-Azhar Syaikh Ahmad al-Tayyeb dan 15 tokoh agama dunia.

Bertepatan dengan hari Guru Internasional yang telah ditetapkan UNESCO sejak 1994, forum The Representatives of Religions ini dirancang untuk mempromosikan sekaligus merancang kesepakatan bersama tentang pendidikan dunia yang inklusif, yang berdampak pada perdamaian seluruh umat manusia di masa depan.

Pada kesempatan itu, Abdul Mu’ti menyampaikan ceramah tentang paradoks antara peran besar yang diemban guru, sekaligus kesejahteraan dan keamanan hidup mereka yang tidak terjamin.

“Dengan dedikasi penuh, guru bekerja sepenuh hati untuk siswanya. Untuk dedikasi ini mereka mengorbankan waktu, tenaga, keluarga, dan hidup. Untuk menemui siswa, guru harus tinggal di daerah terpencil dengan fasilitas yang sangat minim. Ada guru di kamp-kamp pengungsi. Ada situasi di mana guru harus mengajar di tengah perang,” kata Mu’ti dikutip dari muhammadiyah.or.id.

Namun, kondisi guru belum sesuai dengan kontribusinya. Guru di banyak negara, dibayar di bawah standar. Ada guru yang hidup dalam kondisi ekonomi yang buruk. Apresiasi kepada guru baik sebagai pribadi maupun profesional masih kurang memuaskan. Guru menjadi korban kekerasan, dihukum, dan sebagainya.

“Akibat kondisi tersebut, generasi muda kurang berminat menjadi guru,” imbuhnya.

Menurutnya, tugas besar para guru untuk menyiapkan masa depan bangsa dan dunia ke depannya. Makanya, kondisi guru ini perlu menjadi perhatian para tokoh agama di dunia untuk menggaungkan penghormatan yang layak dan sepatutnya diterima oleh para guru.

“Dari sudut pandang agama, guru memiliki misi profetik sebagai utusan’ Tuhan yang memegang, mengajar, dan mengubah ajaran agama ke dunia. Sudah saatnya kita menghormati guru,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa kini membutuhkan tindakan bersama dan kerjasama untuk menjadikan guru sebagai profesi terhormat, dan agen peradaban dan peradaban umat manusia.

“Kita membutuhkan jaminan hukum untuk jaminan psikologis, profesional, moral, dan sosial bagi guru. Dari sini, kita perlu memiliki komitmen dan tindakan bersama menuju apresiasi yang lebih baik kepada guru,” tegas Mu’ti di depan para pemimpin dunia. (RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here