Ketua LP2M PP Muhammadiyah Sebut Sulsel Terbaik dan Paling Inovatif Kembangkan Pesantren

0
26
Bupati Enrekang Muslimin Bando (dua dari kiri) bersama jajaran PWM Sulawesi Selatan dalam pembukaan Kemah Tahfidz dan Bahasa VI Santri Pesantren Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan di Belajen Enrekang. (Haidir Fitra Siagian/KLIKMU.CO)

Enrekang, KLIKMU.CO – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Ketua LP2M PP Muhammadiyah Dr KH Maskuri MEd menyampaikan hal tersebut ketika memberikan amanah dalam pembukaan Kemah Tahfidz dan Bahasa VI Santri Pesantren Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan di Belajen Enrekang, Ahad (1/10).

Dosen Universitas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta ini mengatakan bahwa LP2M Sulawesi Selatan memiliki reputasi terbaik selama beberapa tahun ini dalam menjalankan program kerja dan mengembangkan pesantren.

Dari awalnya pesantren di Sulawesi Selatan hanya berjumlah 11 buah, kini sudah berkembang menjadi 31 buah yang tersebar di seluruh kabupaten se-Sulawesi Selatan. Dengan jumlah tersebut, Sulawesi Selatan menjadi provinsi terbanyak pesantrennya se-Indonesia di luar Pulau Jawa.

“Sulawesi Selatan dapat menjadi contoh dalam usaha mengembangkan pesantren karena selalu ada inovasi dan tindakan yang kreatif,” ujarnya.

Dia lantas memberikan contoh program kemah tahfidz dan bahasa yang selalu diadakan tiap tahun. Belum ada provinsi lain yang mengadakan program seperti ini. Itulah sebabnya, pihaknya berencana mengembangkan program kemah tahfidz ini menjadi program nasional yang diikuti pesantren se-Indonesia.

Selain itu, dia juga memberikan apresiasi karena LP2M Sulawesi Selatan telah berinisiatif membangun lembaga pendidikan ustadz-ustadzah dengan mendirikan Pendidikan Ustadz-Ustadzah Pesantren Muhammadiyah (PUPM) bekerja sama dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.

Lembaga ini dikhususkan untuk menghasilkan guru atau ustadz-ustadzah yang dipersiapkan membina dan mengelola pesantren Muhammadiyah.

Ketua LP2M Sulawesi Selatan KH Lukman Abdul Somad Lc melaporkan bahwa kegiatan kemah tahfidz yang berlangsung selama empat hari ke depan ini merupakan agenda rutin setiap tahun.

Dalam kegiatan ini akan diadakan perlombaan dan pertandingan beberapa cabang tilawah, pidato bahasa Arab, bahasa Inggris, dan karnaval santri. Terdapat 26 pesantren yang mengirimkan santrinya dengan jumlah keseluruhan sekitar 1.200 orang, baik tingkat tsanawiyah, aliyah, dan santri Rumah Qur’an.

Sementara itu, Bupati Enrekang Drs H Muslimin Bando MPd turut menyatakan apresiasi dan kegembiraannya kepada Muhammadiyah karena memberikan kepercayaan kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Bupati yang juga mantan Kepala SMA Muhammadiyah Kalosi ini menambahkan, kedatangan warga dan santri ini adalah berkah bagi seluruh rakyat Enrekang.

“Kami siap menjadi tuan rumah kemah tahfidz nasional jika dipercaya oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” tuturnya.

Selain kemah tahfidz, juga diadakan seminar nasional tentang implementasi nilai dan budaya pendidikan Muhammadiyah dalam mewujudkan pendidikan yang unggul dan berkemajuan. Narasumbernya adalah Dr Ilham Kadir dari Baznas Enrekang, KH Nashirul Ahsan Lc (BPH MBS Prambanan), dan Dr KH Maskuri MEd (Ketua LP2M PP Muhammadiyah). Kegiatan ini akan diikuti oleh para mudir dan pembina pesantren Muhammadiyah.

Pembukaan kemah tahfidz diiringi dengan atraksi Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Enrekang dan santri Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar. Ada pula pagelaran musik tradisional Masserempulu. Hadir dalam pembukaan tokoh-tokoh msyarakat, pejabat sipil dan militer, serta warga Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Sulawesi Selatan.

Di antaranya, Wakil Ketua PWM Sulsel Dr H Mawardi Pewangi MPd, Sekretaris PWM Sulsel Dr Ir Abd. Rakhim Nanda, dan Ketua Aisyiyah Sulsel Dr Hj Mahmudah MHum. Komandan Kokam Nasional yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan Elly Oscar turut serta meramaikan acara bersama tokoh organisasi otonom lainnya.

(Haidir Fitra Siagian/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini