KH Saad Ibrahim: Darul Arqam Cara Muhammadiyah Merawat Budaya Keilmuan

0
16
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr HM Saad Ibrahim MA (dua dari kanan) memberikan arahan pada Darul Arqam Top Manager Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di UMM. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Islam itu berkemajuan, bahkan sangat berkemajuan. Hal ini tecermin melalui para pendahulu yang menggabungkan antara risalah Islam dengan kemajuan teknologi sains. Contohnya, Ibnu Sina yang menemukan dan menerapkan ilmu kedokteran modern dengan risalah Islam.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr HM Saad Ibrahim MA dalam pembukaan Darul Arqam Top Manager Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Agenda yang dilaksanakan sejak Jumat (27/6/2024) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu diikuti oleh pimpinan universitas zona 5. Yaitu yang berlokasi di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

“Darul arqam ini merupakan bagian dari wasilah yang diamanatkan oleh Muhammadiyah untuk menyatukan pikiran. Ini juga menjadi bagian dari taaruf kita untuk saling bertukar pikiran membangun keilmuan di lingkungan Muhammadiyah,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah dengan cara luar biasa memadukan antara ilmu agama dengan ilmu sains untuk menghasilkan basis keilmuan berkemajuan. Adanya proses pemberian unsur keagamaan di dalam sains merupakan tuntutan di dalam Al-Quran.

Misalnya, ayat yang turun pertama kali yang bermakna ‘iqra’. Hal ini mengisyaratkan bahwa untuk menciptakan Islam berkemajuan, literasi saja tidak cukup, tapi juga diberikan jiwa melalui penyempurnaan sains dan agama.

Ia memberikan permisalan the golden age of Islam pada masa kepemimpinan Bani Abbasiyah. Ada banyak ilmuan seperti Ibnu Sina yang berkecimpung di dunia ilmu pengetahuan dan kedokteran, Al-Khawarizmi yang menemukan bidang keilmuan aljabar, hingga Habash Al-Hasib sebagai seorang astronom dan matematikawan, juga beberapa ilmuan lainnya.

Sebagian peserta Darul Arqam Top Manager Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

Sementara itu, Wakil Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Dr Khudzaifah Dimyati mengatakan, melalui darul arqam ini para pimpinan universitas harus mampu mengelaborasi ruh ideologi Muhammadiyah.

Ruh risalah Islam berkemajuan ini merupakan strategi bagaimana menciptakan ideologi yang tidak kaku, rigit, dan dalam posisi yang benar.

“Ke depan, perlu adanya pengembangan ideologi Muhammadiyah yang diimplementasikan dalam bentuk ilmu pengetahuan karya ilmiah yang di-publish di level internasional. Hal ini agar Muhammadiyah tak hanya dikenal oleh masyarakat domestik, namun juga masyarakat internasional,” tegasnya.

Ketua Majelis Pembinaan Kader Muhammadiyah dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan MPA menambahkan, peneguhan ideologi Muhamamdiyah menjadi tugas yang diberikan seluruh jamaah dalam muktamar. Agenda ini menjadi peneguhan dan paham Islam di semua PTM dan PTA.

“Kenapa dilakukan peneguhan berulang kali? Karena pasti sebagai manusia, terkadang iman kita mengalami naik turun. Sama halnya dengan komitmen bermuhammadiyah yang akan mengalami pasang dan surut,” tegasnya.

(Wildan/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini