Khutbah Jum’at #55: Lupa Penyebab Kesempitan Hidup

0
321
Ilustrasi diambil dari fachrizkii psikologi

KLIKMU CO-

Oleh : MOH.HELMAN SUEB*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمً،ا أَمّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia !
Alhamdulillah pada hari yang penuh berkah ini, kita masih diberi kesempatan untuk memohon ampun atas dosa-dosa kita, kitapu masih diberikan nikmat yang tak dapat kita hitung bilangannya, termasuk kesehatan kita, yang sangat mahal harganya. Oleh karena itu, patutlah kita meningkatkan rasa syukur kepada-Nya , dengan memperbanyak berdo;a dan berusaha untuk tetap menjaga kesehatan kita. Kedua kalinya, semoga shalawat serta salam tetap terlimpah kepada junjungan kita .

Semoga shalawat dan salam tetap terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihis Sallam, yang telah membimbing kita ke jalan yang diridhai-Nya , sehingga kita mantap berpegang teguh pada agama Islam.

Hadirin yang berbahagia !
Mengapa banyak orang yang menyimpang dari aturan-Nya tetapi dibiarkan saja, tidak langsung dihukum.

Ternyata hal semacam ini agar kita dapat menyerap pelajaran, dan tidak mengikuti langkah mereka, sebab mereka telah dibiarkan Allah Subhaanahuwa Ta’ala dalam penyimpangan, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya Al Hasyr : 19 :
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Artinya : “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik”.

Sebagai hamba Allah Subhaanahu wa Taala, tentunya kita tidak seperti mereka yang lupa kepada-Nya . Sebab kelupaan ini akan berakibat melakukan penyimpangan dan kemaksiatan. Perintah-Nya diabaikan dan larangan-Nya diterjang, sehinggga batas-batas yang terlarang diabakan

Hadirin yang berbahagia !
Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sangatlah sayang kepada orang-orang beriman , sehingga mengingatkan kita agar selalu ingat kepada-Nya,yang konsekuensinya dia akan menambah nikmat-Nya.
فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.. QS Al Baqarah : 152

Ayat di atas menggugah kita, seolah ada seruan : “ Ingatlah Aku dengan hati dan anggota badan kalian, maka Aku akan mengingat kalian dengan memuji dan menjaga kalian.”

Karena setiap perbuatan akan berbalas perbuatan serupa. Syukurilah nikmat-nikmat yang telah Aku berikan kepada kalian. Jangan kufur kepada-Ku dengan mengingkari nikmat-nikmat-Ku dan menggunakannya untuk hal-hal yang diharamkan bagi kalian.

sebab dengan ingat itu, kita akan diingat dengan menolong, melindungi dan memberikan petunjuk, akan membawa diri kita menuju ridha Allah Subhaanahu wa ta’ala. Seseorang yang selalu ingat mengingat-Nya dipastikan tidak mudah melakukan pembohongan, penipuan, pemerasan, dan sebagainya , sebab perbuatan tersebut akan dimintai pertanggungjawaban Allah Subhaanau wa Ta’ala.

Orang mengingat berarti merasa ada yang mengawasi , sehingga mereka akan selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas dalam kehidupan.

Hadirin yang Berbahagia !
Jika seseorang itu, melupakan ingat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala , sama dengan mengundang kesempitan hidup. Sebab kelupaan itu berakibat tidak memperhatikan aturan-aturan yang telah diterangkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala. , sebagaimana disebutkan dalam surat Thaha : 124
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ
Siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.

Ayat di atas menjelaskan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Allah Subhaanahuwa Wa Ta’ala, tidak menerima, dan mewujudkannya, maka sungguh baginya kehidupan yang sengsara lagi sempit di dunia ini dan di alam kubur, dan Dia akan menggiringnya di padang Mahsyar hari Kiamat kelak dalam keadaan buta; tidak bisa melihat dan tidak memiliki hujah.”

Di dalam Tafsir Al-Mukhtashar di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid. Namun, barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu yang dengannya Aku memperingatkannya, maka sesungguhnya baginya di dunia ini kehidupan sempit lagi sengsara,walaupun tampaknya dia termasuk orang bermartabat dan berkemudahan,dan Kami akan menghimpunnya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta dari hujjah.”

Hadirin yang berbahagia !
Orang-orang yang berpaling dari mengingat pesan-pesan Al Qur-an dan melecehkannya , maka akan memudahkan Syetan, menyesatkan mereka menuju jalan kesengsaraan di dunia maupun di akhirat. Mari kita perhatikan firman Allah dalam sura Az Zukhruf : 36.
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”

Ayat diatas menjelaskan sebagaimana diterang Ibnu Katsir : Barang siapa yang berpaling, yakni melalaikan dan pura-pura tidak menahu , maka syetan akan mudah menyesatkan dan menjadi teman yang menyertainya, maka sangat mudah digekincirkan Syetan., Mereka akan merasa berada dalam pusaran kesesatan, jauh dari mengingat Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Semoga kita yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sehingga kita terhindar dari sifat lupa kesalahan
بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمِا فِيْهِ مِنَ الْاَ يَاتِ و ذِكْر الحْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua :

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد
Hadirin yang berbahagia !
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu meningat-Nya di mana saja kita berada, sehingga terjauh dari kesempitan , kegelihan , dan meraih ketenangan hidup, karena kita selalu ingat kepada-Nya di mana saja berada.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.Ar Ra’du : 28

Marilah kita menundukkan kepala untuk memohon kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala , yang telah memberikan nikmat-nikmat-Nya , agar kita senantiasa mendapatkan petunjuk , perlindungan , dan ampunan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh tantangan dan ujian.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

*Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat dan Anggota Majlis Tabligh PCM Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here