Khutbah Jum’at #59 : Efek Takut Kepada Allah

0
227

KLIKMU CO-

Oleh : Moh. Helman Sueb*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.أَما بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ !
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
الَّذِيْنَ يُبَلِّغُوْنَ رِسٰلٰتِ اللّٰهِ وَيَخْشَوْنَهٗ وَلَا يَخْشَوْنَ اَحَدًا اِلَّا اللّٰهَ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ حَسِيْبًا

Hadirin yang berbahagia !
Alhamdulillah pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul di majlis yang membawa barokah. Oleh karena itu, marilah kita tundukkan kepala kita kehadirat Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sebagai rasa ketaatan kita kepada-Nya.

Di samping itu marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, pasti kita akan mendapatkan balasan yang lebih baik dari apa yang pernah kita lakukan. Semoga Shalawat serta sallam tetap melimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi wa Sallam, yang telah memberikan suri tauladan dan bimbingan, sehingga kita mantap dalam melaksanakan ajaran Islam.

Hadirin yang berbahagia !
Secara naluri, manusia memiliki rasa takut, takut diancam, takut masa depan, takut jabatannya digantikan orang lain , takut suaminya meninggal, takut istrinya meninggal, takut hartanya hilang dan sebagainya.

Akibat dari rasa takut itu, mereka akan gelisah dan merasa sedih. Nah di sini akan saya menyampaikan beberapa rasa takut yang biasa berada dalam diri manusia, antara lain :
Pertama : Takut Miskin, di jaman jahiliyah sebelum Islam , bangsa Arab mempunyai kebiasaan buruk,menyembah berhala, suka berbertengkar, membunuh anak mereka yang laki-laki, karena takut miskin , di era modern , belum lahirpun dibunuh dengan aborsi atau menggugurkan kandungan karena hasil hubungan gelap.

Islam datang datang melarang kebiasaan buruk mereka, termasuk membunuh anak laki-laki karena takut miskin , dengan firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala, :
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا
“”Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”QS. AL Isro’ :31

Pada ayat di atas dapat kita pahami, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan memberi kepada kita rezki . Tentu kita harus berusaha agar rezki itu berpihak pada kita. Inilah motivasi, agar kita giat bekerja dan berserah diri kepada-Nya.
Dalam ayat lain diterangkan, Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginyajalankeluar”. Ath Thalak : 2

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”Ath Thalak :3

Hadirin yang Berbahagia !
Ketakutan manusia yang kedua adalah Takut infak, manusia mempunyai naluri kikir terhadap harta yang dimilikinya, padahal tidak ada ceritanya orang yang berinfak jatuh m iskin. Allah Subhaanahu wa Ta’ala menerangkan tentang kekikiran manusia :
قُل لَّوْ أَنتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَآئِنَ رَحْمَةِ رَبِّىٓ إِذًا لَّأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ ٱلْإِنفَاقِ ۚ وَكَانَ ٱلْإِنسَٰنُ قَتُورًا
Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.”

Begitulah manusia jika diamanahi harta , mereka bertambah kikir,hal ini tentu terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sifat kikir harus kita jauhkan dari diri kita, agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Allah Subhaanhu wa Ta’ala memberikan motivasi, agar kita gemar berinfak sebagai mana dalam QS. : Al Baqarah : 261
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Hadirin yang berbahagia !
Ketakutan manusia yang ketiga :adalah takut mati, Sebenarnya manusia tidak perlu takut mati, sebab semua manusia akan merasakan mati, sebagaimana firman-Nya; QS.Al Anbiya; : 35
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
Dalam ayat yang lain juga diterangkan, walaupun kita lari dari padanya, niscaya kematian akan menjemput kita, Allah Subhaanahu wa Ta’ala, dalam QS.Jum’ah : 8
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Hadirin yang berbahagia !
Ketakutan yang keempat adalah takut Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Inilah takut yang benar. Takut kepada Allah adalah solusi dari rasa takut pada kemiskinan, berinfak dan takut mati, rasa takut yang lainnya.

Takut kepada Allah bukan seperti takut kepada binatang buas, tetapi takut kepada Allah Subhaanahuwa Ta’ala , menjadikan kita taat kepada-Nya dan tidak mudah berberbuat maksiat, karena kita selalu merasa dalam pantauan –Nya. Dalam surat Al Ahzab : 39. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :

الَّذِيْنَ يُبَلِّغُوْنَ رِسٰلٰتِ اللّٰهِ وَيَخْشَوْنَهٗ وَلَا يَخْشَوْنَ اَحَدًا اِلَّا اللّٰهَ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ حَسِيْبًا
“(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.”

Orang-orang yang takut hanya kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan menumbuhkan keberanian menghadapi masalah dalam kehidupan dunia ini. Di samping itu, mereka tidak takut masa depan, tidak takut miskin, karena tempat bergantung mereka adalah Allah Subhaanhu wa Ta’ala, sehingga apa pun yang dihadapi, selalu memohon perlindungan kepada-Nya.
Siapa saja yang takut kepada Allah Subhaanahuwa Ta’ala, maka akan mendapatkan kemenangan.
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.”( QS> An Nur :52)

Hidup adalah pertarungan anatara yang hak dan yang bathil , maka jika kita takut kepada Allah Subhaanahu wa Ta”ala, maka kita akan mendapatkan kemenangan.
Untuk menghindarkan diri dari neraka , kita hendaklah memiliki rasa takut, jika berbuat dosa segera menangisinya sebagai tanda penyesalan dan segera bertobat.

Rasulullah pernah bersabda : “Dua mata yang diharamkan dari api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umat dari gangguan kaum kafir ,”
HR.Bukhori.

Semoga kita yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sehingga kita memilki refleksi kesadaran untuk selalu menangis karena dosa sebagai tanda penyesalan , dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala’
بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمِا فِيْهِ مِنَ الْاَ يَاتِ و ذِكْر الحْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

 

Khutbah Kedua :
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد
Hadirin yang berbahagia !
Sudah selayaknya kita takut hanya kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala , yang telah mencukupi kebutuhan kita. Sesungguhnya takut kepada-Nya akan dapat mengontrol perilaku kita yang salah, kita akan selalu berada pada jalan yang benar. Sebab kita takut berbuat salah dan menyimpang, karena merasa dalam pantauan –Nya. Baiklah kita berdo’a kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala agar senantiasa mendapat perlindungan dan petunjuk dari-Nya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

Identitas Penulis :
Moh. Helman Sueb MA.
Adalah Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat
Dan Anggota Majlis Tabligh PCM Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here