Khutbah Jum’at #84: Lima Kiat Menggapai Ketenangan

0
339
Ilustrasi diambil dari google.com

KLIKMU CO-

Oleh : MOH.HELMAN SUEB*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِل لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.أَما بَعْد
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

 

Hadirin yang berbahagia !

Alhamdulillah , kita dapat berkumpul di majlis yang berbahagia, senantiasa merendahkan diri di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta’ala , yang telah memberikan berbagai macam nkmat yang kita tidak akan mampu menghitungnya. Shalawat serta sallam semoga tetap terlimpah kepada junjungan kta nabi Muhammad Shalallhu alayhi was Sallam, yang telah menunjukkan dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang-benderang, sehingga kita mantap di dalam mengamalkan ajaran Islam.

 

Hadirin yang berbahagia !
Ketenangan hidup tentu sangat dicari,b termasuk kebahagiaan, oleh karena itulah dalam khutbah ini, ahan saya sampaikan hal-hal yang dapat kita lakukan , agar ketenangan hidup dapat kita capai’
Pertama Dzkrullah, sebagai mana diterangkan Allah subhaanahu wa ta;ala dalam surat Ar Ra’du : 28
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Ketenangan dapat dimiliki orang uyang beriman , jika mereka sealu mengingat Allah. Mengingat Allah dapat dengan hati, lisan, perbuatan, dan hal. Selama ini banyak dipahami mengingat Allah sekedar dengan hati dan lisan.Padahal dapat kita lakukan dngan perbuatan. Misalnya kita sealu berbuat yang baik, dan menjauhi yang perbuatan yang mendatangkan murkanya, Langkah positif serta berlomba dalam kebaikan ini sebenarnya bentuk ingat ingat Allah dengan perbuatan. Bagaimana mengingat Allah dengan hal. Kepedulian kita kepada sesama yang membuthkan bantuan, kemudian kita tutup kebutuhan itu, maka kita telah ingat Allah secara hal, sebab cara seperti ini diperintahkan Allah.

 

Hadirin yang berbahagia !
Cara menggapai ketenangan yang Kedua : Yakin Pertolongan Allah
Al Anfal 10
وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَىِٕنَّ بِه قُلُوْبُكُمْۗ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
“ Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
Ketika kita berjuang di jalan Allah , yakinlah kita pasti mendapat pertolongan dari Allah, sebab dari langkah kita ini, akan menenangkan hati kita, sebagaimana para sahabat yang dulu terjun di medan peperangan. Keyakinan dan kebersamaan kita dengan Allah akan, menjadikan diri kita akan mendapat ketenangan hati. Di samping itu Allahpun akan menguji para hamba-Nya yang sedang berjuang .

 

Hadirin yang berbahagia !
Kiat menggapai ketenangan yang ketiga : Berpikir tentang ciptaan Allah
Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa , karena manusia selalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya, tetapi bila merasakan kelemahan menjadi takut dn tidak tenang.. Oleh karena itu memperhatikan ciptaan Allah , hati menjadi tenang, Oleh karena itu dengan melihat bukti-bukti kekuasaan Allah , sebagaimana dalam surat Ali Imron : 190.

Adapun bunyi bacaan Al Quran surah Ali Imran ayat 190 yang pernah membuat Rasulullah sampai menangis saat membacanya:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

 

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,” (QS. Ali Imran: 190

Orang yang dapat mengambil pelajaran dari penciptaan langit dan bumi, dan mereka , sehingga menambah keyakinan mereka , yang menjadikan dir imereka dekat dengan Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

 

Hadirin yang berbahagia !
Kiat menggapai sukses ketenangan yang Keempat : adalah Bersyukur
Bersyukur adalah pandai menggunakan nikmat-nikmat Allah sesuai dengan kehendak Allah.
An Nahl 10
وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَىِٕنَّ بِهٖ قُلُوْبُكُمْۗ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
“Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah
Kesyukuran kita , tentu akan menjadikan diri kita memiliki sifat lapang dada , dada karena dihibura Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi wassalam dan menuju ridha-Nya

Hadirin yang berbahagia !
Kiat menggapai ketenangan yang Kelima adalah Memahami kitab Allah , yakni Al Qur-an :, sebagaimana frman Zumar 23

اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَۙ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍ
“ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk”

Hadirin yang berbahagia !
Ketenangan sesuatu yang kita cari dalam kehidupan dunia, tanpa keteanangan kita akan cepat gelisah , jika langkah kita menyimpang dari aturan Allah Subhaanahu waTa’ala.
Sebenarnya orang yang berpaling dari Allah , hanya akan menyusahkan dirinya, sebab , dai akan dilupakan Allah , sehingga jauh dari petunjuk –Nya, sehingga apa yang dilakukannya berada di persimpangan jalan. Semoga kita selalu berada pada petunjuk-Nya.

بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنْ ذِكْرِ ا لحَكِيْمِ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْم
Khutbah Kedua :

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد
Hadirin yang berbahagia !

Alhamdulillah, marilah kita selalu berada dalam petunjuk dan semoga hati kita bertambah tenang, sehingga kita tetap dalam petunjuk dan perlindungannya; Oleh karena itulah, hendaknya kita berlaku sabar, dan selalu memohon kekuatan Allah Subhaanahu wa Ta’ala, agar dijauhkan dari malapetaka kehidupan. Mari kita saling mengingatkan dan melakukan hal-hal yang diperintah Allah dan Rasul-Nya. Untuk itu, marilah kita memanjatkan do’a kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita, dengan merendahkan diri di hadapan-Nya. :.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا
إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

Identitas Penulis :
Moh. Helman Sueb ,M.A. Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat,
dan Anggota Majlis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Babat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here