Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Prajurit Gugur di Laut Bali dan Papua

0
218
Ilustrasi foto bendera setengah tiang. (Istimewa)

KLIKMU.CO – Indonesia sedang berduka beberapa hari terakhir. Khususnya keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pasalnya, ada dua peristiwa memprihatinkan yang terjadi belakangan ini. Setelah 53 awak kapal KRI Nanggala-402 gugur di perairan Laut Bali, kini Kepala BIN Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya juga tewas di tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Karena itu, wajar jika bendera setengah tiang didorong untuk dikibarkan. Desakan itu salah satunya datang dari Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan.

Dia mengusulkan dan mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat agar melakukan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang selama minimal sehari. Menurut Syarief, instruksi pengibaran bendera pantas dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada jasa dan bakti para prajurit yang gugur dalam tugas negara.

“Hilangnya KRI Nanggala hingga akhirnya ditetapkan tenggelam dan awak kapal dinyatakan gugur telah menyita perhatian nasional karena mereka dalam tugas negara,” ungkap Syarief, Senin (26/4/2021), dikutip dari web resmi MPR RI.

Ia pun menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas gugurnya para awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang pada Rabu (21/4/2021). Ia berharap para personel TNI AL tersebut dapat segera ditemukan/dievakuasi oleh tim Search and Rescue (SAR).

“Saya selaku pribadi dan pimpinan MPR RI menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian yang membawa duka ini. Semoga para awak kapal selam KRI Nanggala dapat segera ditemukan/dievakuasi dan keluarga prajurit yang menjadi korban diberikan ketabahan serta kesabaran atas kejadian ini. Begitu pula belasungkawa atas gugurnya Kabinda Papua. Semoga keluarga almarhum diberi ketabahan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, kapal selam milik TNI AL itu hilang kontak saat melakukan latihan penembakan senjata strategis di perairan Selat Bali. Kapal selam ini hilang hingga dinyatakan tenggelam bersama 53 personel yang merupakan prajurit-prajurit TNI AL yang sedang latihan menembakkan torpedo.

Syarief pun mendukung langkah TNI untuk melakukan investigasi agar dapat mengetahui penyebab tenggelamnya kapal selam tersebut. “Hasil investigasi tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan dan pembelajaran agar tidak kembali terjadi hal yang serupa,” sambung anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Syarief menyebut bahwa para prajurit yang menjadi korban merupakan pahlawan-pahlawan bangsa sebab mereka menjadi korban saat menjalani tugas untuk memperkuat pertahanan negara.

“Ke-53 prajurit TNI AL yang berada di dalam kapal selam tersebut adalah para pahlawan dan abdi bangsa. Semoga para prajurit mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Begitu pun dengan gugurnya Kabinda Papua yang ditembak jelompok kriminal versenjata (KKB) di Papua pada Ahad, saat perwira tinggi TNI AD mempertahankan wilayah NKRI (25/4/2021).

“Saya selaku pribadi dan pimpinan MPR RI juga turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya Kabinda Papua. Semoga keluarga Kabinda Papua yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kesabaran atas kejadian ini dan kita mengharapkan masalah KKB ini ditumpas secepatnya,” ungkapnya.

Terkait kasus KKB di Papua, dia meminta pemerintah lebih tegas bertindak sehingga kejadian-kejadian serupa tidak terulang di masa depan demi NKRI. “Kita harus memberikan penghormatan antara lain berupa pengibaran Merah Putih setengah tiang yang terakhir kepada prajurit-prajurit kita yang gugur berjuang untuk Merah Putih dan NKRI,” tutup Syarief. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here