Kirim Surat Terbuka, IMM Minta Polisi Usut Tuntas Kekerasan Seksual di Kota Malang

0
228
Mapolresta Kota Malang. (tribratanews.malangkota.jatim.polri.go.id)

KLIKMU.CO –  Kamis pekan lalu (18/11/2021) terjadi tindak kekerasan seksual kepada Mentik (bukan nama asli), anak berusia 13 tahun, di Malang. Buyung yang merupakan anak asuh salah satu panti di Kota Malang itu mengalami kekerasan seksual berupa pemerkosaan oleh seorang pria. Alih-alih mendapat perlindungan, korban malah mendapatkan kekerasan fisik oleh oknum dan istri pelaku yang tidak bertanggungjawab.

PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya turut bersuara atas peristiwa tersebut. Ketua Umum Kokoh Dwi Putera SPsi mengatakan, kekerasan seksual adalah tindakan asusila yang tidak dapat diterima oleh masyarakat mana pun. Korban dan penyintas kekerasan seksual ada dalam semua kelas sosial, baik perempuan, laki-laki, dewasa dan anak-anak.

“Kekerasan seksual bukanlah omong kosong belaka. Terjadi di ruang-ruang publik dan domestik, baik kekerasan seksual di lingkungan kerja, pendidikan hingga kekerasan dalam rumah tangga,” katanya.

“Kami menyadari bahwa perjuangan menghadirkan keadilan bagi korban kekerasan seksual bukan perkara yang mudah. Maka dari itu, IMM terkhusus Bidang Immawati dengan tegas menyampaikan enam pernyataan sikap,” tegas Koko.

Pertama, mengecam segala bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Kedua, mendesak Kapolresta Malang untuk bertindak secara tegas dalam penyelesaian kasus ini dengan mengedepankan prinsip keadilan gender dan berperspektif korban guna mencegah terjadinya victim blaming atau menyalahkan korban sebagaimana kebanyakan kasus kekerasan seksual yang terjadi.

“Ketiga, kami juga mendorong Kapolresta Malang bersama dengan KPAI Kota Malang untuk memenuhi hak dan kebutuhan korban, yakni hak perlindungan, hak pendampingan, dan hak pemulihan,” ujarnya.

Keempat, petugas harus menjamin pemenuhan hak-hak lainnya bagi korban selama proses penyelesaian perkara, yaitu bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi, serta merendahkan derajat dan martabatnya, juga hak untuk tidak dipublikasikan identiasnya.

Kelima, pelaku harus ditindak dengan tegas, adil, dan mendapat hukuman seberat-beratnya untuk memberi efek jera bagi seluruh lapisan masyarakat agar kasus kekerasan seksual tidak kembali terjadi di Kota Malang.

“Keenam, mengumumkan identitas pelaku untuk memberikan sanksi tambahan berupa sanksi sosial kepada pelaku,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here