KKN Khusus UMG-BKN Diserbu 600 Pendaftar

0
105
Para mahasiswa mengikuti sosialisasi dan pemberangkatan KKN khusus Universitas Muhammadiyah Gresik. (Humas UMG/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gresik (LPPM UMG) menggelar KKN khusus. Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik. Berlangsung selama 14 hari, KKN khusus ini berlangsung mulai 7 Juni sampai 21 Juni 2021. Karena bersifat khusus, program kerjanya juga tunggal: Legalisasi aset tanah milik masyarakat yang berkepastian hukum melalui kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

PTSL merupakan program sertifikat gratis yang dibentuk pemerintah dalam upaya memberi solusi terkait masalah sengketa tanah dan lahan yang masih sering terjadi. Program ini diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 2 Tahun 2018 dan berjalan sejak 2018 serta diproyeksikan berlangsung sampai 2025.

Dalam pemberangkatan KKN khusus yang dilaksanakan Senin (7/6/2021) di lapangan Universitas Muhammadiyah Gresik, sebanyak 350 mahasiswa dilepas menuju ke desa masing-masing. Mereka didampingi dosen pembimbing lapangan dan pendamping dari BPN. Rektor UMG  Dr Eko Budi Leksono ST MT melepas langsung mahasiswa tersebut ke desa yang telah ditunjuk di Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sidayu.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik Dr Asep Heri SH MH pada pembekalan mahasiswa KKN khusus Kamis pekan lalu (3/6/2021) menjelaskan, kata lengkap pada program PTSL adalah output yang ingin dicapai, yakni dalam satu desa sudah bisa terpotret semua lahannya. Bukan hanya tanah warga, namun juga tanah jalan, lapangan, hutan, rawa, dan seluruhnya harus tercover. Diharapkan, seluruh luas wilayah desa akan terukur sesuai dengan luas lahan yang terpetakan tersebut.

“Maka, dalam kegiatan KKN khusus ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik akan terjun langsung untuk membantu BPN dalam mengumpulkan data-data warga yang akan membuat sertifikat tanah sebagai perwujudan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, teknis pelaksanaan kegiatan KKN khusus ini adalah lima hari kegiatan di lapangan bersama pendampingan BKN dan sembilan hari penyelesaian luaran KKN.

Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Gresik Dr Nur Fauziyah MPd menambahkan, kegiatan mahasiswa di lapangan akan sesuai dengan arahan BPN. Selama lima hari mahasiswa harus mampu menyelesaikan tugas mengumpulkan berkas yang sudah ditugaskan. “Satu mahasiswa ditugasi untuk mengumpulkan minimal 10 berkas per hari,” paparnya.

Lebih lanjut, Nur juga mengatakan bahwa dalam kegiatan KKN khusus ini, mahasiswa akan berkomunikasi langsung dengan masyarakat terkait dengan program PTSL. Sebab, mereka telah diberi data tanah awal oleh BKN.

“Mahasiswa nantinya akan membantu BPN untuk memberi formulir kepada masyarakat untuk mengikuti program PTSL ini. Jika masyarakat bersedia mengikuti program ini, mahasiswa akan mengumpulkan berkas yang dibutuhkan. Jika tidak, mereka harus mengisi formulir ketidaksediaan untuk mengikuti,” terangnya.

Selain itu, kata Nur, mahasiswa masih harus mengerjakan luaran KKN laporan per kelompok, artikel, serta video singkat yang akan dikumpulkan pada akhir program KKN khusus ini.

Pada KKN khusus periode pertama ini, ia menjelaskan sasarannya adalah masyarakat di dua Kecamatan di Kabupaten Gresik, yakni Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sidayu. Total ada 47 desa dan terbagi dalam 5 tim yang telah disiapkan BKN. Jika sukses, KKN khusus ini dilanjutkan ke periode kedua.

“Antusiasme teman-teman mahasiswa pada kegiatan KKN khusus ini sangat tinggi. Terbukti dari hari pertama pendaftaran, sudah ada 603 mahasiswa yang mendaftar. Sehingga harus kami seleksi lagi karena yang dibutuhkan hanya 300-an orang. Semoga periode pertama ini sukses sehingga nanti insya Allah akan periode kedua,” ujarnya.

“Di periode kedua nanti akan butuh sekitar 250 mahasiswa yang siap diterjunkan dan akan ditempatkan di Kecamatan Duduk Sampeyan. Mudah-mudahan jika ini berjalan dengan baik, akhir Juni akan kami buka lagi untuk pendaftaran,” jelasnya.

Nur berharap KKN khusus ini bisa membuat mahasiswa mempunyai pengalaman langsung untuk terjun ke masyarakat dan membantu menyelesaikan permasalahan riil di masyarakat. Untuk itu, dirinya menyambut baik segala bentuk kerja sama yang bisa diarahkan untuk memfasilitasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Selain dengan BKN, saat ini juga kami masih bekerjasama dengan BKKBN untuk kegiatan KKN mahasiswa yang bertujuan untuk menerapkan program Kampung KB. Program seperti ini sangat membantu mahasiswa untuk mengenali dan membantu menangani masalah yang ada di masyarakat,” tegasnya. (Humas UMG/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here