Komunitas Matematika Sekolah Akhlaq Lahirkan Permainan Matematika Berbasis Kearifan Lokal

0
361
Peserta didik Sekolah Akhlaq mencoba permainan engklek geometri. (Dokumen Sekolah Akhlaq/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Pelajaran matematika menjadi salah satu momok bagi banyak orang. Terbukti, dari hasil wawancara penerimaan peserta didik baru di SMP Muhammadiyah 9 Surabaya, 70 persen mengatakan bahwa pelajaran yang tidak disukai adalah matematika.

Tentu hal ini menjadi tugas besar bagi guru pengampu mata pelajaran matematika untuk mengubah mindset tersebut.

Ustadz Mochammad Farid Syahrizal, guru matematika sekaligus anggota komunitas matematika yang ada di Sekolah Akhlaq, punya cara tersendiri untuk mengenalkan matematika yang menyenangkan kepada seluruh peserta didik. Melalui permainan tradisional yang mungkin sudah tidak dikenal lagi oleh anak zaman now, mereka berkolaborasi agar belajar matematika menjadi menyenangkan.

Permainan tersebut di antaranya adalah domino yang menggunakan kartu, ludo, engklek geometri, hingga ular tangga matematika. Semua permainan tradisional itu digunakan sebagai media belajar seperti bermain asyik.

Dalam permainan yang dimainkan secara berkelompok terselip materi mulai konsep dasar penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, hingga tingkat lanjut geometri.

Menurut Ustadz Farid yang juga pembina komunitas matematika, permainan ini digunakan agar anak-anak tidak stres dalam belajar matematika.

“Ini salah satu solusi agar mereka tidak menganggap matematika itu sulit dan membosankan. Dengan bermain tapi juga dapat pembelajarannya, mereka jadi lebih semangat dan materinya tersampaikan,” jelas laki-laki lulusan pendidikan matematika UM Surabaya itu.

Salah satu anggota komunitas matematika, Aisyah Mumpuni dari kelas IX, yang terlibat langsung dalam pembuatan permainan matematika memberikan kesan dari apa yang telah dilakukan. Baginya, pembuatan media belajar permainan dan pengaplikasiannya sangat seru dan perlu diperbanyak lagi.

Kesan lainnya juga disampaikan oleh Farel Firmansyah yang ikut mencoba permainan matematika ini. Menurutnya, matematika menjadi menyenangkan karena secara tidak langsung belajar namun santai dan bisa paham materinya.

“Senang bisa ikut bermain ya meskipun soalnya kurang menantang hehe. Semoga nanti bisa dibuat permainan dengan materi-materi lainnya yang mungkin lebih sulit,” tutur Farel, lantas tertawa.

Atas respons positif tersebut, selanjutnya diharapkan matematika yang awalnya dianggap sulit bisa menjadi salah satu pelajaran yang dinantikan oleh peserta didik. (Farid S./Risalatin N..AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini