Konsultasi Kesehatan #13: Cantengan di Kaki, Bagaimana Mengobatinya?

0
287
Ilustrasi foto istimewa

KLIKMU.CO

Diasuh oleh dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes *)

 

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb.

Pengasuh Konkes KLIKMU yang dirahmati Allah. Selama ini sering kali saya terkena cantengan di kaki, apa akibat terkenanya penyakit cantengan dan bagaimana tips agar tidak kena penyakit cantengan di kaki kembali? (achmadsan@gmail.com)

 

Jawaban:

Waalaikumussalam wr. wb.

Mas Achmad San yang lagi bingung. Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing dengan penyakit Cantengen. Penderita cantengan biasanya mengalami sakit yang cukup menyiksa, bahkan sampai terasa nyut-nyutan pada cantengan tersebut. Cantengen, dalam bahasa kedokteran Paronychia adalah infeksi pada lipatan kuku yang disebabkan oleh kuman (bakteri) Streptokokus, ditandai dengan pembengkakan lipatan kuku. Paronychia biasanya akut, tetapi bisa juga kronis.

Gejala awal paronychia dapat berupa kemerahan dan pembengkakan di sekitar kuku, yang disebut cellulitis. Pada keadaan ini kuku sangat sakit bila disentuh, kemudian berlanjut menjadi berwarna kuning-kehijauan. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi pengumpulan nanah dibawah kuku dan kulit (abses).

Jenis Paroychia

  • Paronychia akut: terjadi dalam beberapa hari, sering disertai riwayat trauma kecil untuk jari kuku atau dimanipulasi, disengaja atau tidak. Keluhannya adalah nyeri, dan bengkak di salah satu lipatan samping kuku.
  • Paronychia Kronis: Umumnya, gejala berlangsung 6 minggu atau lebih. Peradangan, nyeri, dan bengkak dapat terjadi secara episodik, seringkali setelah terkena air atau lingkungan yang lembab.

Penyebab Paronychia Akut:

  1. Peristiwa traumatis (terbentur) namun kecil, yang memecah penghalang fisik antara kuku dan kuku, gangguan ini memungkinkan masuknya kuman penyakit.
  2. Menggigit kuku, mengisap jari, manicuring, atau penempatan kuku buatan.
  3. Sebagai manifestasi dari penyakit lain, seperti pemphigus vulgaris, suatu kondisi s yang ditandai dengan timbulnya lepuhan-lepuhan pada kulit dan membran mukosa, paling sering pada mulut dan merupakan penyakit autoimun.

Penyebab paronychia kronis:

  1. Alergi
  2. Diabetes Melitus (Kencing Manis)
  3. Jamur Candida Albicans.
  4. Bakteri dan Infeksi Mikobakteri.

Pengobatan

Pengobatan ditentukan oleh tingkat peradangan. Jika abses (pengumpulan nanah dibawah kuku dan kulit) tidak terbentuk, penggunaan kompres air hangat dan merendamkan yang terkena dalam larutan Burow (Aluminum Asetat) atau cuka mungkin efektif. Kasus ringan dapat diobati dengan krim antibiotik atau dengan kombinasi antibiotik topikal dan kortikosteroid seperti Betametason (Diprolene) cukup aman dan efektif untuk pengobatan. Pada infeksi yang menetap, dapat direndam dengan air hangat dan bidai pelindung pada bagian  yang sakit (menggunakan kasa dan perban. Mereka  yang menghisap jari dan menggigit jari diobati untuk melawan bakteri anaerob dengan terapi Antibiotik.

Beberapa ahli merekomendasikan kultur bakteri aerob dan anaerob pada paronychia berat sebelum memulai terapi antibiotik. Ketika terdapat abses dilakukan usaha pembedahan. Jika paronychia didiamkan, nanah mungkin menyebar kebawah sulkus kuku pada daerah yang berlawanan sehingga mengakibatkan terjadinya abses disekitar kuku. Jika sudah terjadi, maka kuku harus diekstraksi (dicabut) untuk membersihkan pus secara adekuat.

Untuk pencegahan sebenarnya mudah, hanya perlu memastikan saat memotong kuku tidak meninggalkan pola potongan yang tajam yang berpotensi menimbulkan cantengan pada jari tangan maupun kaki. Jangan menggigit kuku tangan dan kaki. Smoga bermanfaat. Aamiin.

 

dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes

dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes
Pengasuh Rubrik Konsultasi Kesehatan KLIKMU.CO.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here