Konsultasi Kesehatan #16: Masuk Angin Tidak Ada dalam Istilah Medis, Ini Nama Sebenarnya

0
130
Ilustrasi masuk angin. (Alodokter)

KLIKMU.CO

Diasuh oleh dr Tjatur Prijambodo MKes *)

Pertanyaan

Assalamualaikum wr wb, pengasuh KonKes yang dirahmati Allah, saya ingin mengajukan pertanyaan mengenai masuk angin. Kegiatan saya tidak begitu padat, namun akhir-akhir ini sering masuk angin disertai susah napas, apalagi di bagian bawah dada. Serasa ada rasa nyeri. Apa penyakit tersebut, Dokter? Apakah hanya masuk angin biasa? Terima kasih. Wassalamuaalaikum wr wb

Eka, Ampel, Surabaya

 

Jawaban

Waalaikumsalam wr wb. Mas Eka yang dirahmati Allah, istilah “masuk angin” sangat populer di masyarakat Jawa. Keluhan masuk angin sudah menjadi terminologi yang umum diutarakan oleh sebagian besar masyarakat kita. Namun, ternyata tidak semua orang memiliki pengertian yang sama jika mengatakan ”masuk angin”. Ada yang mengutarakan “masuk angin” jika merasa perut kembung, mual, sering bersendawa, hingga menyebabkan muntah. Jika keluhan tersebut yang dirasakan, maka penjelasan medis yang dapat dipakai adalah sindrom dispepsia.

Sedangkan untuk pengobatannya sangat tergantung dengan penyebab. Awalnya, dapat mengonsumsi obat antiasam lambung yang berisikan Antasid (ato obat lain) untuk meredakan gejala. Namun jika menetap dan memberat, segera periksakan ke dokter terdekat pengobatan untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

Selain maksud di atas, ada sebagian orang yang mengutarakan “masuk angin” sebagai penjelasan dari rasa pegal pada seluruh tubuh, pusing, dan lain sebagainya. Tentunya “masuk angin” dengan gejala tersebut memiliki penjelasan medis yang berbeda pula. Pegal pada seluruh tubuh dan pusing umumnya merupakan gejala awal influenza, biasa disebut ‘Flu Like Syndrome’. Gejala ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat hilang dengan sendirinya dengan cara memperbaiki kekebalan tubuh dan beristirahat yang cukup. Kembali ke istilah “masuk angin”. Istilah ini tidak ada dalam kamus kedokteran. Dicari di buku teks manapun, buku penyakit dalam, daftar keluhan dan gejala, bahkan klasifikasi penyakit dunia, International Statistical Classification of Diseases (ICD), tidak ada “masuk angin”.

Tapi pastinya Mas Eka pun bertanya-tanya. Itu teman-teman saya, tetangga saya, orang rumah saya, semua pernah masuk angin, Dok. Ah moso, penyakit yang diderita banyak orang tidak ada dalam keilmiahan medis? Benar, tidak ada masuk angin dalam kedokteran.”

“Masuk angin” ini adalah istilah cakapan dalam bidang kesehatan khas Indonesia, terutama banyak dibicarakan pada masyarakat di Pulau Jawa. Jadi, ini hanyalah istilah cakapan sehari-hari saja. Jadi, masuk angin itu apa? Masuk angin kalau dijabarkan dari pengertian masyarakat Indonesia adalah suatu keadaan dengan gejala merasa kedinginan, demam, perut kembung berisi angin, pegal-pegal, batuk, flu, buang angin terus menerus, perut terasa penuh.

Jadi, tampak seperti sekumpulan gejala, walaupun kadang kala oleh masyarakat tidak semua gejala harus terpenuhi. Kadang-kadang dengan hanya satu gejala saja sudah disebut masuk angin oleh kita sehari-hari. Penyebab masuk angin? Masyarakat kita percaya bahwa masuk angin itu disebabkan masuknya angin (secara harafiah) ke dalam tubuh dari saluran cerna sehingga membuat gejala flu, gangguan saluran cerna dan kedinginan. Teori ini tentunya tidak dapat diterima. Di kedokteran, penyebab penyakit dan alur penyakit itu harus jelas, apa penyebabnya dan lain-lainnya. Angin yang masuk tidaklah dapat menjadi penyebab dalam menggambarkan perjalanan penyakit. Secara umum, “masuk angin” sangat sering menjadi diagnosa mandiri masyarakat awam apabila tubuh kurang fit karena dirasa banyaknya ‘angin’ di dalam tubuh serta menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Demam
  • Menggigil
  • Keringat dingin
  • Kembung
  • Pilek
  • Mual, muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Diare
  • Susah bernapas
  • Dan berbagai gejala lainnya.

Faktanya, medis tidak mengenal adanya istilah masuk angin. Adapun rangkaian gejala di atas biasanya mengarah ke Flu Like Syndrome’ yang merupakan gejala awal timbulnya serangan virus.

Jangan gegabah untuk mengonsumsi antibiotik, terutama bila tidak disertai oleh resep dan pengawasan dokter. Biasanya akan membaik dengan sendirinya apabila sistem imun di tubuh kita bekerja dengan baik.

Adakah yang bisa kita lakukan untuk mengatasi ‘masuk angin’ atau ‘flu like syndrome’ tersebut? Ada, yaitu perbanyak istirahat, tingkatkan konsumsi nutrisi dan air putih Anda. Bila memang setelah 3 hari gejala tidak membaik dan semakin memburuk, maka segeralah ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh serta konfirmasi adanya infeksi bakteri atau hal lain yang memerlukan penanganan khusus. Hindari paparan angin secara langsung yang dapat memperburuk kondisi tubuh yang sedang demam, termasuk paparan AC. Pastikan pula mencuci tangan sesering mungkin untuk mencegah penyebaran virus. Diperbolehkan mengkonsumsi madu, jahe, ataupun vitamin C yang dapat menghangatkan tubuh dan meningkatkan sistem imun. Penggunaan obat penurun panas dan obat batuk pun dapat dipertimbangkan bila gejala sudah mengganggu aktivitas harian Anda.

Demikian jawaban yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat. Aamiin. Wassalam.

dr Tjatur Prijambodo MKes
Pengasuh Rubrik Konsultasi Kesehatan KLIKMU.CO.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here