Kuliah Tamu FEB Umla: Kesadaran Bayar Pajak Masyarakat Indonesia Masih Minim

0
20
Nedi Hendri dan Suryani Yuli Astuti menjadi pembicara dalam kuliah tamu Universitas Muhammadiyah Lamongan. (Alifatus Zahroh/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu dan penandatanganan MoU dengan Universitas Muhammadiyah Metro (UMM). Dua kegiatan ini berlangsung pada Rabu (9/8) di Auditorium Budi Utomo Umla.

Adapun tema kegiatan ini adalah “Peranan Generasi Z dalam Mendukung Pengembangan Literasi Akuntansi dan Sadar Pajak”.

Turut hadir segenap dosen FEB Umla dan UM Metro Lampung. Selain itu, peserta dari mahasiswa FEB Umla dan mahasiswa FEB UM Metro Lampung juga turut memeriahkan acara.

Rangkaian kegiatan kuliah tamu diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor III Umla H. Alifin SKM MKes. Kemudian sambutan kedua dari Dekan FEB Umla Suyitno SE MM. Disusul sambutan dari Suwarto SE MM, Dekan FEB UM Metro Lampung.

Agenda utama dari kegiatan ini adalah penandatanganan MOU antara Umla dan UM Metro Lampung. Selain itu, kegiatan tersebur turut menghadirkan dua pembicara untuk memberikan materi kepada para peserta. Pembicara pertama adalah Nedi Hendri SE MSi Ak CA CPA dari UM Metro. Pembicara kedua ialah Suryani Yuli Astuti SE MM dari Umla.

Nedi Hendri menyampaikan materi tentang “Menuju Generasi Z Sadar Pajak Sebagai Pahlawan Pembangunan”.

Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan beberapa poin terkait potensi dari generasi milenial sebagai penggerak pembangunan ekonomi melalui kesadaran akan pajak.

Beberapa hal yang disampaikan antara lain meliputi postur APBN tahun 2023, data statistik sumber penerimaan negara, realisasi belanja pemerintah pusat sampai Mei 2023, dan pentingnya pajak.

Menurut Nedi, kesadaran membayar pajak warga negara di Indonesia masih sangat minim.

Hal tersebut dibuktikan dengan data bahwa dari total keseluruhan populasi wajib pajak, yaitu sejumlah 275,8 juta, faktanya hanya 1,55 juta orang yang membayarkan pajaknya.

“Generasi milenial saat ini mendominasi sekitar 60 persen dari jumlah penduduk pada kurun waktu 20-25 tahu lagi. Bayangkan 60 persen generasi emas tersebut membayar pajak,” jelasnya di depan para peserta kuliah tamu.

Nedi sangat yakin akan potensi generasi milenial untuk menggerakkan pembangunan nasional. Dengan syarat harus sadar akan pentingnya pajak.

Selain kuliah tamu, diadakan pula penandatanganan MoU antara Umla dan UM Metro. (Alifatus Zahroh/KLIKMU.CO)

Sementara itu, Suryani sebagai pembicara kedua memberikan materi terkait “Literasi Keuangan pada Generasi Z.”

Ia menyampaikan beberapa pengetahuan kepada para peserta tentang pentingnya literasi keuangan bagi generasi milenial untuk menjadi bekal dalam menghadapi era yang serbadigital.

Beberapa poin yang disampaikan antara lain meliputi pemahaman terkait apa itu literasi keuangan, manfaat inklusi keuangan bagi masyarakat, produk-produk keuangan digital, dan yang tak kalah penting adalah mengenai prinsip dalam transaksi online.

“Di era yang serbadigital ini, kita semakin dipermudah dalam melalukan segala sesuatu. Tapi, di sisi lain juga kita mengemban berbagai risiko yang besar jika tidak melakukannya dengan hati-hati,” ujarnya.

Suryani menjelaskan terkait pentingnya berlaku selektif dan waspada dalam melalukan transaksi keuangan menggunakan media digital. Pasalnya, saat ini banyak sekali modus penipuan dengan berbagai jenis model yang memanfaatkan ketidaktahuan korban. Contohnya adalah penipuan melalui pinjol.

Sementara itu, Suyitno menuturkan, dengan terlaksananya acara ini, diharapkan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Metro dan Universitas Muhammadiyah Lamongan akan terus terjalin dan berkembang pada beberapa bidang lainnya. Dengan begitu, dapat memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, ataupun masyarakat secara luas. (Alifatus Zahroh/Alfain/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini