Kurikulum Merdeka: Gurunya Merdeka, Muridnya pun Harus Merdeka

0
63
Peserta foto dengan narsumber rapat kerja tentang Implementasi Kurikulum Merdeka. (Ma'rifah Ramadhona/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Rapat kerja (raker) Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti memasuki hari kedua (2/7/2024). Pembahasan pada hari kedua ini tentang Implementasi Kurikulum Merdeka.

Materi tersebut di sampaikan oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Melarang Fichrul Efendi MPd dengan tajuk “Pembelajaran Berkarakter Kreatif dan Inovatif dalam Implementasi Kurikulum Merdeka”.

Pada awal materi, Efendi menyampaikan tentang pengertian dari Kurikulum Merdeka karena tahun ini merupakan tahun ketiga Sekolah Kreatif Menganti melaksanakan Kurikulum Merdeka.

“Kurikulum Merdeka adalah Kurikulum untuk mempermudah guru dalam mengajar karena guru diberi kebebasan dalam menentukan materi yang akan diajarkan ke siswa,” tuturnya.

Efendi mengingatkan bahwa setiap murid memiliki gaya belajar dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, kita sebagai guru tidak boleh menyamaratakan siswa.

“Kurikulumnya Merdeka, gurunya harus merdeka, muridnya juga harus merdeka,” tambah Efendi dalam penyampaiannya

Selain memaparkan tentang seluk beluk Kurikulum Merdeka, Efendi juga menyampaikan tentang Platform Merdeka Mengajar. Efendi mengajarkan tips-tips dalam mengerjakan PMM.

Efendi menjelaskan bahwa PMM ini akan menjadi syarat untuk bisa mengikuti PPG Dalam Jabatan.

“PMM ini sangat penting, harus di kerjakan agar kita bisa mengikuti PPG dalam jabatan, akan banyak keuntungan bagi ustad ustadzah jika mengikuti PPG dalam jabatan,” imbuhnya

Salam satu guru kelas 5 Dita Oktaviani yang baru melaksanakan Kurikulum Merdeka di tahun ini merasa bahwa materi tersebut sangat di butuhkan apalagi bagi guru yang tahun kemarin masih Kurikulum 13 dan tahun ini Kurikulum Merdeka.

“Materi yang sangat saya butuhkan untuk melaksanakan pembelajaran di Kurikulum Merdeka ini. Saya diajarkan bagaimana untuk melihat siswa berdasarkan kemampuan dan cara belajarnya dan saya di beri rambu-rambu agar tidak menyamaratakan siswa, dan kita juga di ajarkan dalam mengerjakan PMM,” kata Dita.

(Ma’rifah Ramadhona/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini