Kwarda HW Lamongan Turba ke Kwarcab HW Brondong

0
227
Kwarda HW Lamongan saat silaturahmi dan turba di Gedung Dakwah PCM Brondong. (Fathan Faris Saputro/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Lamongan mengadakan silaturahmi dan turba bersama Kwarcab Hizbul Wathan Brondong dan Pembina Qobilah Hizbul Wathan Se- Kecamatan Brondong. Acara berlangsung Kamis (21/10/2021) di Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Brondong.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PCM Brondong Mat Iskan SPd. “Kita ini memiliki kegiatan yang konkret, jadi tidak abal-abal. Oleh karena itu, kita tidak usah banyak berwacana. Yang ada ini harus kita maksimalkan. Sehingga menghasilkan output yang bermanfaat, baik persyarikatan dan umat,” ujar Mat Iskan.

Mat Iskan menambahkan, gerakan kita memang dibutuhkan orang lain. Dalam konteks yang pertama adalah persyarikatan Muhammadiyah. Dalam hal ini adalah kepanduan Hizbul Wathan.

“Ini betul-betul ada manfaat terhadap dasar-dasar pengetahuan dan pengalaman. Karena kegiatan seperti ini adalah sangat penting,” paparnya.

Menurutnya, kegiatan Hizbul Wathan harus dirancang dengan baik dan dilakukan dengan baik pula. Capaiannya harus dihitung baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Dengan begitu, kita akan mencapai peran yang substansial, yaitu masuk dalam anak-anak didik kita.

“Oleh karena itu, kalau kita merasa memiliki dan mencintai, tidak ada rasa kecewa. Asalkan kita itu merasa mencintai dan memiliki tentu akan ingin selalu terus berbuat melalui Hizbul Wathan ini. Kalau kita sudah memiliki, kita harus tampil dengan cara doktrin,” ujarnya.

Kemudian, yang kedua adalah kebersamaan. HW harus bersama-sama karena memang Muhammadiyah ikut mendampingi. Kalau tidak bersama, jangan merasa bergerak sendiri.

Baginya, kebersamaan dalam pikiran, keputusan, dan tindakan menjadi sangat penting saat kita mengikuti gerakan-gerakan di Muhammadiyah yang di dalamnya termasuk kepanduan Hizbul Wathan.

“Kalau sudah seperti itu akan merasa nyaman, tentu disesuaikan dengan porsi dan posisi apa yang ditetapkan Muhammadiyah,” katanya.

Yang ketiga adalah membangun jaringan. Maksudnya, bagaimana HW bisa aktif dengan gerakan secaramaksimal. Di Muhammadiyah tidak pernah menimbun biaya. Oleh karena itu biaya tidak boleh menjadi masalah. Tinggal bagaimana kita mendesain kegiatan itu.

“Dalam rangka meningkatkan militansi pada diri anak-anak, Hizbul Wathan harus betul-betul mampu meningkatkan kualitas sehingga menjadi bekal anak-anak ketika nanti sudah dewasa,” harap aktivis Jamaah Tani Muhammadiyah Lamongan ini. (Fathan Faris Saputro/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here