LDK PDM Surabaya Siap Membina Anak Jalanan hingga Ibu-Ibu Sosialita

0
133
Dr Mulyono Nadjamuddin menerima akad amanah sebagai Ketua LDK PDM Kota Surabaya di Pusdam. (Eko/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Ketua LDK (Lembaga Dakwah Komunitas) PDM Kota Surabaya Dr Mulyono Nadjamuddin mengaku siap melanjutkan program kerja membina anak jalanan hingga anak punk di Kota Pahlawan.

Hal itu disampaikannya sesaat setelah serah terima jabatan LDK PDM Kota Surabaya di Pusat Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya Jl Wuni No 9 Surabaya, Rabu (24/5).

“Alhamdulillah, sore hari ini (Rabu, Red) kami menerima amanah sebagai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya. Maka, kami siap melanjutkan membina anak jalanan, anak makam, anak punk, dan komunitas lain yang ada di Kota Surabaya ini,” paparnya.

Mulyono mengatakan, Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar. Dalam strategi dakwahnya, Muhammadiyah membagi ke dalam tiga bentuk sasaran utama, sasaran umum, dan sasaran khusus.

Sasaran utama adalah seluruh anggota persyarikatan Muhammadiyah.Sasaran umum adalah seluruh kaum muslimin dan muslimat. Sedangkan sasaran khusus adalah kelompok masyarakat yang memiliki karakteristik khusus.

“LDK PDM Kota Surabaya adalah bentuk akulturasi dakwah Islam yang diperankan gerakan Islam dengan perhatian difokuskan pada kelompok-kelompok sosial khusus yang disebut dengan komunitas,” tutur dia.

Menurut Mulyono, gerak LDK ke depan akan lebih diintensifkan.

“Maka dalam sasaran LDK PDM Kota Surabaya cara berdakwah harus menyasar komunitas khusus seperti kelompok sosialita yang melibatkan wanita kelas atas, penggemar motor gede (moge), klub, anjal, dan punk juga korban narkoba. Sehingga nanti yang akan kita lakukan adalah dakwah komunitas bil hal,” tegas dosen FAI UM Surabaya itu.

“Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya di bawah pimpinan daerah yang membidangi LDK tentunya cara berdakwah akan berbeda dengan dakwah yang dilakukan oleh Majelis Tabligh karena yang dilakukan dakwah komunitas adalah pendekatan dengan para kelompok khusus,” tambah dia.

Menurutnya, setiap orang yang dianggap pantas menjadi anggota majelis diberi surat penyataan kesediaan untuk dicalonkan sebagai ketua LDK PDM Kota Surabaya periode 2022/2027. Kalau sudah menulis kesediaan, maka harus menaati semua ketentuan yang berlaku terkait pernyataan tersebut.

“Setia kepada prinsip-perinsip dasar perjuangan Muhammadiyah. Taat garis pada kebijakan pimpinan pusat. Semoga dalam pembentukan LDK PDM Kota Surabaya sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ucap dia mengingatkan anggotanya. (Imam/Habibie/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini