Lembaran Ramadhan (-17). Semua Perbuatan Pasti Berbalas EPOS vs ENEG

0
8
Foto Dokter Strange diambil dari Reddit.com

KLIKMU.CO-

Oleh: Najib Sulhan*

Pesan Luqman yang ketiga pada anaknya yang diabadikan dalam Surat Luqman ayat 16 , “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu, atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkan balasan. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Materi ketiga yang perlu ditanamkan kepada anak adalah hukum kausalitas, yaitu hukum sebab akibat. Sesungguhnya hukum sebab akibat ini adalah hukumnya Allah. Siapa yang menanam maka dialah yang akan memetik hasilnya. Jika menanam kebaikan, maka kebaikan yang akan didapatkan. Sedangkan yang suka menanam keburukan, maka akan mendapatkan keburukan pula.

Allah mengingatkan kepada kita dalam Surat Al-Isro’ ayat 7, “Jika kamu berbuat kebaikan maka kebaikan itu untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat keburukan, maka keburukan itu kembali pada dirimu sendiri.” Artinya, apapun yang kita lakukan, hakekatnya itu semua untuk diri sendiri. Kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya untuk diri sendiri. Demikian juga ketika berbuat buruk, juga untuk diri sendiri.

Ada EPOS dan ada ENEG. Epos merupakan energi positif yang dilakukan oleh seseorang. Sebuah perumpamaan, ada orang yang bermoral baik. Pada Allah selalu taat. Pada sesama manusia juga selalu baik. Suatu ketika orang ini mengalami kesulitan, lalu minta kepada Allah. “Ya Allah, berikan aku kemudahan dalam menghadapi ujian ini.” Allah begitu mudah untuk membantu menyelesaikan persoalan. Ibaratnya, orang yang memiliki banyak EPOS (energi positif), simpanan epos masih banyak tersimpan di ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Allah tinggal bilang, Energi Positif yang kamu miliki cukup banyak, surplus, maka Allah tinggal mencairkan. Maka selesailah persoalan yang dihadapinya.

Berbeda dengan orang yang banyak menabung ENEG (Energi Negatif). Dalam kehidupannya tidak mau mendekat pada Allah. Demikian juga dengan sesama manusia, masih sering menyakiti. Lewat lisannya, fisiknya, dll. Suatu ketika menghadapi mesalah, lalu meminta kepada Allah. Maka Allahpun meminta untuk melihat perilaku baiknya di ATM. Bukannya surplus, tetapi minus. Mana mungkin bisa dicairkan.

Perbanyaklah berbuat kebaikan, baik kepada Allah (hablun minallah) ataupun kepada sesama (hablun minannas). Jika demikian maka Allah akan membalas kebaikan yang biasa dilakukan.
“Tidak ada balasan kebaikan bagi orang yang berbuat baik, kecuali kebaikan itu pula.” (Q.S. Ar-Rohman:60).

Najib Sulhan
(Ketua PCM Mulyorejo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini