Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangkalan karena Pekerja Migran

0
461
Puskesmas Arosbaya untuk sementara ditutup menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan. (Istimewa)

KLIKMU.CO – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, ditengarai terjadi karena momen Idul Fitri. Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyebut ketika itu banyak perantau yang pulang kampung sebelum pemberlakuan pelarangan mudik. Ditambah, PMI baru pulang dari luar negeri.

“Jumlah PMI (pekerja migran Indonesia) yang datang ke Bangkalan mencapai 933 orang,” katanya dikutip dari Jawa Pos Radar Madura.

Kini, lebih dari 1.000 pengendara menjalani rapid test antigen di pos penyekatan akses Suramadu sisi Madura. Saat dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR), sebanyak 22 orang diketahui positif.

Dia menuturkan, untuk menekan persebaran klaster keluarga, pemerintah juga akan menjemput orang yang terpapar dengan status OTG. Mereka akan ditempatkan di Balai Diklat BKPSDA di Jalan Soekarno-Hatta. ”Di sana akan ada dokter yang berjaga. Kebutuhan sehari-hari bakal disediakan” terangnya.

Lonjakan kasus Covid-19 itu dibarengi dengan tingginya angka kematian. Dalam dua pekan terakhir, terdapat 34 penderita yang meninggal. Tiga di antaranya tercatat sebagai tenaga kesehatan (nakes). Ketiganya berprofesi sebagai dokter, bidan, dan perawat.

Daerah yang menjadi persebaran Covid-19 yang paling masif ada di Kecamatan Arosbaya. Bahkan, puluhan petugas Puskesmas Arosbaya juga terpapar. Karena itu, pemerintah memilih menutup pelayanan kesehatan di Puskesmas Arosbaya.

Penanganan Covid-19 di wilayah Kecamatan Klampis dan Arosbaya juga terkendala minimnya kesadaran masyarakat. Sebab, banyak warga yang enggan menjalani tes usap meski pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19.

Sementara itu, Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan Pembab Bangkalan dan Pemkot Surabaya menyikapi melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Kini tengah dilakukan sejumlah langkah terintegrasi guna mencegah pertambahan kasus covid-19 di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan Pemprov Jatim adalah melakukan koordinasi intens sejak Kamis (3/6/2021) dengan Pemkab Bangkalan terkait penanganan kuratif pasien covid-19.

Pemprov, kata Khofifah, juga telah melakukan percepatan rujukan pasien covid-19 dari Bangkalan ke RS dr Soetomo dan rumah sakit rujukan lainnya di Surabaya.

“Sejak lima hari terahir hal ini sudah berjalan. Khusus untuk RSUD Ratu Ebo Bangkalan, pemprov mempersiapkan penambahan bed perawatan pasien Covid-19 guna relaksasi rumah sakit di Bangkalan, yang kini memang angka huniannya sudah cukup tinggi. Selain itu, Pemprov Jatim juga tengah melakukan tracing dan testing secara ketat kepada masyarakat yang berkontak erat,” terang Khofifah saat rakor yang berlangsung Ahad (6/6/2021).

Sementara itu, Dinkes Jatim bersama Satgas Covid-19 Jatim juga tengah melakukan rakor di Bangkalan. Mereka kemudian melakukan kunjungan ke rumah sakit dan titik yang terdeteksi paling banyak kasus, yaitu Arosbaya.

Menurut Khofifah, penanganan yang holistik harus dilakukan. Terutama untuk tracing dan testing serta  menurunkan BOR. Sebab, saat ini BOR di Kabupaten Bangkalan terus meningkat. Di RSUD Bangkalan bed-nya dari 90 tempat tidur, yang terpakai sudah 73 bed,” kata Khofifah.

Rumah sakit Bangkalan juga membutuhkan HFNC, ventilator, serta beberapa jenis obat. Karena itu, akan segera dikirim 32 unit HFNC langsung ke Bangkalan oleh Kementerian Kesehatan.

“Pasien yang kondisinya berat bisa segera dirujuk langsung ke RS dr Soetomo agar penanganan maksimal. Sebab, alat dan dokternya juga lebih lengkap dan agar RS di Bangkalan bisa ada relaksasi,” tambah Khofifah. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here