Mahasiswa Muhammadiyah Edukasi Warga Bikin Mie Penting untuk Atasi Stunting

0
84
Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Mataram bikin mie penting saat KKN di Dusun Bangket Punuk, Desa Golong. (Agung/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Mahasiswa Muhammadiyah dari Universitas Muhammadiyah Mataram menggelar Kuliah Kerja Nyata di Dusun Bangket Punuk, Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. KKN kelompok 8 ini menggelar penyuluhan Stunting di Dusun Bangket Punik dengan dihadiri oleh ibu-ibu hamil, dan perwakilan dari mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Arpi Sapitri yang merupakan salah satu peserta KKN ini menjelaskan tentang Stunting. Menurutnya, stunting merupakan kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Di Indonesia ini, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak.

Kondisi kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) ini dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan gizi pada masa janin dan usia dini akan berdampak pada perkembangan otak, rendahnya kemampuan kognitif yang akan mempengaruhi prestasi sekolah dan keberhasilan Pendidikan.

Dalam jangka panjang, kekurangan gizi pada awal kehidupan akan menurunkan produktivitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat.

“Stunting diyakini akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan. Situasi ini jika tidak diatasi segera maka dapat dipastikan Indonesia tidak mampu bersaing menghadapi tantangan global pada masa depan,” kata dia.

Oleh karena itu, kelompok ini mengembangkan inovasi membuat MIE PENTING (mie peduli stunting )untuk stunting tanpa MSG. Tentunya, tanpa mempengaruhi pertumbuhan kecerdasan anak justru untuk meningkatkan tumbuh kembang anak, mie penting itu sendiri merupakan makanan kering yang terbuat dari tepung jagung dan bahan tambahan tertentu.

“Pada dasarnya mie penting ini setara dengan mengkonsumsi nasi (bukan sebagai tambahan atau teman makan nasi),” kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwa kandungan nutrisi pada mie penting itu memiliki kandungan lemak lebih rendah, dan serat pangan yang lebih tinggi, sehingga aman dikonsumsi untuk ibu hamil dan anak-anak.

Arpi juga menambahkan bahwa tujuan dilaksanakannya penyuluhan stunting ini untuk mengedukasi ibu-ibu hamil di Dusun Bangket Punik, Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Tujuannya, agar bisa membantu menekan angka stunting.

Tanggapan masyarakat yang ikut dalam penyuluhan itu sangat baik. Mereka mengaku semakin paham untuk mencegah terjadinya Stunting sejak dini. (Arpi Sapitri, Sakir Ahda, Dan Nurbaini/RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here