Makna Api Unggun bagi Peserta Perkemahan Hizbul Wathan

0
46
Api unggun berkobar menyala-nyala dalam Perkemahan Hizbul Wathan. (M. Khoirul Anam/KLIKMU.CO)

Mojokerto, KLIKMU.CO – Pandu Pengenal Hizbul Wathan SD Muhammadiyah 10 Surabaya melaksanakan upacara api unggun sekaligus pentas seni antar-qabilah di lapangan Perkemahan Wana Wisata Dlundung Trawas, Mojokerto, Selasa (14/11) malam.

Bunda Ziana, panggilan akrab Ziana Ainul Hidayah, bertugas memandu acara api unggun.

“Sebentar lagi kita akan mengadakan upacara api unggun dan dilanjutkan dengan pentas seni. Api unggun bukan untuk disembah, juga bukan untuk dipuja,” ucapnya.

Di hadapan 24 regu pandu Pengenal HW, dia menjelaskan, acara api unggun ini adalah sarana untuk bersenang-senang.

“Kita gunakan untuk penerangan acara pentas seni dan bisa menghangatkan suasana,” tambahnya.

Selanjutnya, Ramanda Dody Purnomo, Ketua Tim Pembina Hizbul Wathan, didaulat membuka acara api unggun dan pentas seni.

Dengan ucapan bismillahirahmanirahim, dia menyulut obor untuk membakar unggun. Api unggun pun menyala.

Api unggun lantas berkobar. Asap mengepul dan membubung tinggi menyeruak pekatnya malam. Serentak, peserta pandu HW bernyanyi dan mengelilingi api unggun sambil bernyanyi.

“Api kita sudah menyala, api kita sudah menyala, api… api… api… api… api kita sudah menyala.”

Gemuruh tepuk tangan memecah kesunyian malam.

Acara pentas seni di Perkemahan Hizbul Wathan. (M. Khoirul Anam/AS)

Acara selanjutnya, pembacaan janji pandu HW yang dibacakan 10 anak yang mewakili dari penjuru Indonesia. Ada perwakilan dari Sabang, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Aceh, Bali, Jakarta, Yogyakarta, Sumatera, dan Merauke sambil membawa api obor yang diberikan kepada masing-masing daerah secara estafet.

Ahmad Fakhri Syawal Al Farizi dan Anggi Putri Ramadhani, pembina HW, kemudian memandu pentas seni. Ada 24 tampilan yang siap dipentaskan. Ada senam, menyanyi, dance, atraksi Tapak Suci, drama, kultum, dan lain-lain.

Zainun Ni’mah, ketua panitia perkemahan Hizbul Wathan, mengatakan, pentas seni ini bertujuan menggali bakat anak-anak. Di samping itu, melatih mereka bekerja sama dan berkomunikasi satu sama lain.

“Alhamdulillah, penampilan mereka sangat variatif, kreatif, dan menyenangkan,” ucapnya.

Arti Api Unggun

Sementara itu, M. Khoirul Anam, kepala SD Mumtas Surabaya yang ikut menyaksikan acara api unggun dan pentas seni, menjelaskan bahwa api unggun berasal dari dua kata. Api dalam bahasa Jawa artinya geni atau latu. Unggun berarti tumpukan.

“Jadi, api unggun adalah tumpukan api yang menyala-nyala. Jadi, anak-anak yang ikut perkemahan HW harus punya semangat membara, semangat yang menyala-nyala seperti api. Punya semangat membara mengikuti setiap kegiatan HW sampai selesai,” tuturnya.

(M. Khoirul Anam/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini