Marhaban ya Ramadhan: Saatnya Obral Maaf dan Sedekah

0
117
Wakil Ketua PCM Genteng Arijawan. (Klikmu.co)

Oleh: Arijawan *)

KLIKMU.CO

Tidak terasa bulan Ramadhan, bulan puasa, sudah di depan pintu tahun ini.  Bulan suci yang senantiasa dirindukan dan dinanti-nantikan umat Islam di seluruh dunia.

Bagaimana tidak, saat pintu itu terbuka dan kita masuk, saat itulah seluruh jiwa dan raga setiap muslim harus siap memasuki alam yang berbeda.  Tiba-tiba kita menjadi siap dan pasrah dalam keadaan apa pun kepada Allah SWT.  Siap grak untuk makan sahur manakala mata masih menahan kantuk.  Siap menahan lapar dan haus sepanjang pagi hingga siang menjelang magrib.

Yang biasa marah-marah harus siap menahan kemarahannya pada bulan Ramadhan.  Yang kaya tapi kikir harus siap obral sedekah buat siapa saja setiap waktu.  Yang biasanya mengumbar hawa nafsu, saat shiyam atau puasa, terpaksa harus mengunci rapat-rapat nafsu itu.

Mereka yang suka pamer dan sombong, setelah masuk ke dalam pintu Ramadhan, harus rendah hati dan obral menyapa siapa pun.  Yang  pernah tersakiti dan punya dendam kesumat, memasuki alam Ramadhan, harus obral memaafkan dan welas asih. Intinya bulan Ramadhan adalah bulan membersihkan diri dari segala dosa yang pernah dibuat hamba Allah.

Bahkan, jika perlu perbanyak ke masjid, perbanyak shalat dan zikir serta baca Al-Quran untuk mencegah perbuatan buruk yang sering dilakukan pada hari-hari selain bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan bulan pengampunan, kapan lagi dapat pengampunan oleh Allah SWT.

Pada umat beragama lain, berpuasa adalah mengasingkan diri dari segala kecamuk kebendaan dunia yang sering menyesatkan manusia. Kata puasa sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yakni puvasa, artinya membersihkan diri dengan berdiam diri. Dalam agama Buddha ada hari hari uposatha yang tujuannya samam yakni ada 7 peraturan yang wajib dilaksanakan pada hari 1, 8, 15, dan 22 setiap bulan. Kalau dijumlah satu tahun ada 48 hari.  Puasa dalam agama Yudaisme hampir mirip pada agama Islam.

Pada kitab bibel bertebaran ayat yang menyuruh manusia berpuasa. Jin shi dalam agama Khonghucu juga bermakna puasa pada hari-hari tertentu. Dalam tradisi kepercayaan Jawa ada tradisi Mutih, Patigeni, dll.  Puasa menjadi keniscayaan yang perlu dilakukan oleh setiap manusia untuk menjadi manusia yang lebih baik di mata Tuhan.

Perintah shiyam atau puasa dalam agama Islam jelas dan tegas pada surah Al Baqarah ayat 183-187. Kewajiban yang dirindukan, kewajiban yang sungguh nikmat. Kewajiban yang revolusioner yang mengubah setiap hamba Allah menjadi lebih baik dari hari-hari kemarin. Marhaban ya Ramadhan.

Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin.

*) Wakil Ketua PCM Genteng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here