Masuklah ke Dalam Muhammadiyah secara Kaffah

0
285
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng Kota Surabaya Ustadz Suhadi M. Sahli MAg dalam Apel Milad Ke-109 Muhammadiyah di halaman SMP Muhammadiyah 9 Gubeng, Kota Surabaya. (Humas SDM9/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Bercita-citalah yang besar agar mendapatkan sesuatu yang besar. Berpaculah dalam belajar kelak akan menjadi orang sukses.”

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng Kota Surabaya Ustadz Suhadi M. Sahli MAg dalam Apel Milad Ke-109 Muhammadiyah di halaman SMP Muhammadiyah 9 Gubeng, Kota Surabaya, Kamis (18/11/2021).

“Muhammadiyah terus berkiprah dan memberi kontribusi besar bagi pencerdasan dan pemajuan bangsa melalui usaha-usahanya di bidang pembaruan paham keagamaan, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, pendidikan politik kebangsaan, dan gerakan dakwah lainnya,” katanya.

Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya itu menyampaikan bahwa Muhammadiyah telah mencetak ribuan kader muslim yang tangguh. “Dalam lintasan perjalanan Indonesia telah puluhan hingga ratusan ribu sumberdaya manusia atau kader yang terdidik dan berkarakter lahir dari gerakan ini, tanpa mengklaim dirinya gerakan santri. Karena itu, udkhuluu fil Muhammadiyyati kaffah’, masuklah kamu ke dalam Muhammadiyah secara total,” tegas dia.

“Muhammadiyah didirikan pada 8 Dzulhijjah 1330 H (18 November 1912 ) di Kampung Kauman Yogyakarta oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan. Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama organisasi Muhammadiyah diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, mendapat tambahan ya’ nisbah “yah” yang berarti pengikut Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam,” ujarnya.

Menurutnya, Muhammadiyah sekarang telah berkembang dan berdiri di berbagai belahan dunia yang disebut Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM). “Ada 16 PCIM yaitu, Kairo (Mesir), Republik Islam Iran, Khartoum (Sudan), Belanda, Jerman, Inggris, Libya, Kuala Lumpur, Perancis, Amerika Serikat, Jepang, Pakistan, Taiwan,Turky, Rusia dan Australia,” ucap dia.

Menurut hasil penelitian, lanjut dia, pada tahun 2017 dilaporkan Muhammadiyah mengelola hampir 21 juta meter persegi tanah wakaf. Artinya, 21.000 km2; tanah itu hampir setara dengan 3 kali luas Singapura (7257 km2;), hampir empat kali luas pulau Bali (5.780 km2;), sebesar negara Slovenia (20.271 km2;). Istimewanya, tak sejengkal pun tanah itu atas nama pribadi-pribadi tertentu, seluruhnya atas nama persyarikatan.

“Perlu dicatat 21 juta meter persegi itu bukanlah tanah kosong. Di atasnya berdiri sekurangnya 19.951 sekolah, 13.000 masjid dan mushola, 765 bank perkreditan rakyat syariah, 635 panti asuhan, 457 rumah sakit dan klinik, 437 baitul mal, 176 universitas dan 102 pondok pesantren,” kata dia.

“Tercatat ada lebih dari 25 juta warga Muhammadiyah yang mendapatkan manfaat dari semua amal usaha itu, bahkan lebih luas lagi persyarikatan ini melayani seluas-luasnya masyarakat Indonesia. Sama sekali tak mengherankan jika banyak pakar menyebut bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern terbesar di dunia,” katanya.

“Manajemen organisasi ini dikerjakan secara rapi, terdokumentasi dengan baik, dikelola secara transparan dengan visi yang progresif (berkemajuan). Muhammadiyah kerap menerima pujian dan penghargaan dari berbagai institusi terkemuka dunia,” tambahnya.

Masih kata dia, Muhammadiyah maju tidak tidak lepas dari peran KH Ahmad dahlan, Nyai Siti Walidah, Srikandi Aisyiyah Hayyinah dan Munjiyah, Kyai H Mas Mansyur, Ki Bagus Hadikusumo, Panglima besar Jenderal Soedirman, Ir Djuanda, KH Abu Dardiri, HM Rasyidi, Kahar Muzakkir, Ir Soekarno, Soeharto, Amien Rais, Syafii Ma’arif, Prof Dr H Dien Syamsuddin dan Prof Dr Haedar Nashir. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here