Memaknai Kembali Tattaquun: Upaya Meneguhkan Spirit Puasa Ramadhan

0
50
Muhammad Abidulloh. (Pribadi/KLIKMU.CO)

Oleh: Muhammad Abidulloh

KLIKMU.CO

Beberapa kali tersipu sedikit kurang nyaman ketika menerima kritik sambil bercanda, dari teman yang berbeda agama. Rasanya tidak perlu tersinggung atau bahkan kebakaran jenggot. Toh, tembakannya tepat sasaran, sesuai fenomena yang ada.

Berpuasa supaya menjadi orang bertakwa. Tapi, Ramadhan selesai, kembali ke setelan awal, tak ada perubahan apa-apa.

Diakui atau tidak, itulah yang tampil di permukaan. Acap kali kita lihat, kesan tak ada bekas, setelah ditempa dalam kebaikan sebulan penuh. Bisa jadi, banyak anggapan, setelah Syawal habis urusan, kembali bebas merdeka. Semoga anggapan ini keliru.

Ada baiknya bermuhasabah, baik selaku pribadi maupun masyarakat muslim. Harapannya, agar sprit puasa lebih memberi dampak mutu, sebagai muslim yang beriman.

Salah satu yang harus dilakukan, bagaimana memahami perintah dan tuntunan berpuasa secara lebih mendalam dan tuntas. Menangkap pesan puasa lebih lengkap, baik formal maupun spiritual. Tekstual juga kontekstual.

Misalnya, kata “tattaqun” dalam QS Albaqarah 183. Kata yang sesungguhnya memberi pesan sprit sangat kuat, tujuan diwajibkannya puasa Ramadhan. Serangkaian pembiasaan kebaikan dan pengekangan hasrat agar ke depan manjadi manusia lebih matang dan berkualitas.

Tattaqun” seringkali diterjemahkan dengan“orang-orang yang bertaqwa”. Tidak salah, namun semestinya dilengkapi penjelasan makna, yang lebih rinci dan dalam.

Kata “tattaqun” termasuk jenis “kalimah fi’il” atau kata kerja. Jenis kata yang memiliki makan, memberi dampak sprit lebih aktif dan dinamis. Lalu, diterjemahkan seolah “kalimah Isim” (pelaku perbuatan), yang lebih terasa pasif dan stagnan.

Kaidah “lughah” akan memberikan penjelasan rinci dan makna lebih dalam. Kata “Tattaqun” termasuk “fi’il mudhari” yang bermakna, perbuatan yang sedang atau akan terlaksana. Artinya, mengisyaratkan pesan, perbuatan yang dimulai dan berlanjut ke arah depan.

Lebih jauh lagi, fi’il mudhari’ juga mengandung faidah “istimrar”. Faidah yang memberikan pesan makna, “perbuatan terus menerus berkesinambungan”. Bila demikian dapat ditangkap makna, tujuan diperintahkan puasa Ramadhan, agar yang terpanggil sebagai mukmin, semakin berkualitas dengan ketaqwaan meningkat. Kebaikan yang terpelihara terus menerus, tiada putus.

Menarik sekali penjelasan Kiai Mishbah dalam Tafsir Al Iqlil. Nilai puasa seseorang berkorelasi positif, terhadap kualitas diri kehidupan berikutnya. Penjelasan itu, berkaitan dengan sebuah riwayat, berapa banyak orang berpusa, tapi tak mencapai hasil apa pun, kecuali, hanya lelah dan dahaga.

Rupanya, kata “la’allakum tattaqun” ditangkap maknanya sebagai tujuan mutlak, dari rangkaian ibadah puasa sebulan penuh. Bila buah yang diharapkan tak dapat dipetik, maka sang penanam gagal panen. Ada problem serius, selama penanaman satu bulan.

Kata “taqwa” dimaknai kehati-hatian. Hanya orang berhati-hati yang dapat menerima pesan wahyu, dengan baik. Orang berhati-hati selalu memastikan,  yang ditempuh terjamin keselamatannya. Rambu-rambu menelurusi jalan keselamatan, lengkap dalam Al-Qur’an. Orang taqwa mempunyai kebeutuhan lebih serius, akan petunjuk keselamatan itu.

Sebulan penuh, masa pembentukan sikap kehati-hatian. Pembiasaan pengendalian hasrat, dengan pengekangan keingan secara efektif dan proposional. Bila upaya itu mampu merubah ke arah watak, maka ketaqwaan akan menyatu dalam akhlak-perbuatan seorang mukmin.

Masalahnya, bagaimana menjawab kritik tajam di atas? Tentu tidak dengan jawaban apologis, yang bersayap rumit.

Salah satu yang perlu mendapat perhatian, bagaimana membangun kemitmen puasa Ramadhan. Spirit membentuk ketaqwaan, tergelorakan penuh gairah.

Motivasi ibadah puasa, bukan hanya seremonial satu bulan, rutin bertahun-tahun. Pesan-pesan nash, mengeni puasa Ramadhan, sesungguhnya menuntut hasil yang lebih baik. Serangkaian ibadah satu bulan, harus meningkatkan kualitas mutu sebagai seorang muslim.

Muhammad Abidulloh
Praktisi dakwah, mantan jurnalis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini