Membaca Dinamika Kampus Unmuh Ponorogo, Stagnan atau Melesat Maju ke Depan?

0
897
Membaca Dinamika Kampus Unmuh Ponorogo. (Foto: Unmuh Ponorogo)

Oleh: Dr Nurul Iman Lc MHI

Di antara fungsi yang diemban institusi perguruan tinggi adalah mengembangkan sivitas akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, dan berdaya saing melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Pada PT Muhammadiyah, fungsi tersebut menjadi lengkap melalui keunggulan darma keislaman dan kemuhammadiyahan.

Berdasar fungsi tersebut, perguruan tinggi adalah institusi yang mengembangkan pengetahuan, nalar, daya kritis, penelitian, dan penanaman nilai dan moral keagamaaan. Iklim akademis dan islami tentu akan menjadi payung bagi pengembangan kelembagaan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Bekerja di perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai tenaga-tenaga pendidik, tepatnya Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Unmuh Ponorogo), saya mendambakan bergaul dengan komunitas kampus yang mengedepankan berpikir rasional dan pertimbangan keilmuan serta mengusung kejujuran dalam nalar akademis dalam pendidikan mahasiswa,  generasi penerus Islam, Muhammadiyah, dan bangsa.

Sudah hampir 25 tahun ini saya mengabdi di institusi ini dan melewati pergantian kepemimpinan lebih dari lima kali, dengan segala dinamikanya. Iklim akademis berganti menjadi iklim politis, kaderisasi tidak berjalan dengan baik, transparansi kebijakan tidak dilakukan dengan maksimal. Pertimbangan dan musyawarah anggota senat dalam menentukan kebijakan strategis pengembangan kamus semakin jarang dan diabaikan. Pertemuan rutin senat hanya saat suksesi kepemimpinan. Transparansi keuangan secara terbatas bisa lewat senat sehingga terjadi kontrol kolektif tidak dilakukan. Fenomena tebang pilih dalam pelaksanaan kebijakan dan statuta. Pada akhirnya iklim akademis kritis dan kolektif kolegial menjadi pasif dan selalu bernuansa politis.

Kampus ini semakin melambat pergerakannya, ditinggalkan kampus-kampus yang sebelumnya belajar kepada Unmuh Ponorogo. Momentum pergantian rektor adalah momentum perubahan nakhoda kepemimpinan. Kami berharap bahwa kampus ini bisa damai, rukun, dan semangat dalam membangun kerja kolektif kolegial menuju kampus yang unggul berkemajuan.

Upaya para dosen untuk perbaikan ini telah dilakukan dan tampak terlihat pada pemilihan anggota senat dengan mengamanahkan kepada Dr Rido Kurnianto MAg dengan perolehan penjaringan bakal calon terbanyak dari dosen, karyawan, badan eksekutif mahasiswa, dan juga anggota senat.

Dilanjutkan proses pemilihan sah anggota senat dengan perolehan suara terbanyak Dr Rido Kurnianto MAg yakni 8 suara senat. Saatnya kita berdoa dan berharap calon rektor dengan memperoleh suara terbanyak ditetapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo periode 2024-2028. Aamiin…

Dr Nurul Iman Lc MHI
Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini