Khutbah Idul Adha 2021: Meneladani Kesabaran Nabi Ibrahim dalam Menghadapi Ujian

0
153

KLIKMU CO-
Oleh:  Ali Fauzi, S.Ag.M.Pd.I*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

Allahu Akbar 2X Allahu Akbar Walillahilhamdu
Kaum muslimin, jama’ah shalat IDUL ADHA rahimakumullah,

Mari kita tidak henti mensyukuri anugrah dan karunia Allah yang sangat banyak, yang kita pasti tidak mampu menghitungnya. Karena kasih sayang Allah, hari ini kita sehat wal afiat dan dapat mengawali kegiatan ibadah hari ini dengan bermunajat kepada Allah. Semoga seluruh kegiatan kita, diberi kemudahan dan keberkahan oleh Allah dan bermanfaat bagi kita, keluarga, dan masyarakat pada umumnya.

Shalawat dan salam mari terus kita sampaikan untuk panutan kita Rasulullah saw, pembawa ajaran Islam, ajaran kedamaian, kesabaran, moderat, toleran, menghargai sesama manusia, apapun agama, suku, bahasa, dan golongannya. Semoga syafaat beliau kelak di akhirat akan melindungi kita yang cinta dan istiqomah meneladani beliau yang merupakan uswatun hasanah bagi hamba-hamba Allah yang merindukan Ridla-Nya dan kehidupan bahagia di akhirat.
Allahu Akbar 2X Allahu Akbar Walillahilhamdu

Kaum muslimin, jama’ah shalat IDUL ADHA rahimakumullah,
Ibrahim A.S, termasuk dalam satu, diantara lima nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi. Sebuah gelar yang diberikan kepada Nabi yang memiliki ketabahan, tekad, dan kesabaran yang luar biasa. Ibrahim A.S. telah melalui banyak cobaan, bahkan sejak dirinya masih muda.

Pada usia remaja, Ibrahim harus pergi meninggalkan rumah berpisah dengan keluarganya. Ibrahim diusir oleh Ayahnya dikarenakan menolak diperintah untuk menyembah patung/berhala.
إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ لِمَ تَعۡبُدُ مَا لَا يَسۡمَعُ وَلَا يُبۡصِرُ وَلَا يُغۡنِي عَنكَ شَيۡ‍ٔٗا ٤٢
Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; “Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun (QS. Maryam; 42)

قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنۡ ءَالِهَتِي يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُۖ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ لَأَرۡجُمَنَّكَۖ وَٱهۡجُرۡنِي مَلِيّٗا ٤٦
Berkata bapaknya: “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama” (QS. Maryam; 46)
قَالَ سَلَٰمٌ عَلَيۡكَۖ سَأَسۡتَغۡفِرُ لَكَ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ بِي حَفِيّٗا ٤٧
Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku (QS. Maryam; 47)

Pada masa awal kenabiannya, Ibrahim sudah harus dihukum dengan dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud, sebagai akibat atas kegigihan dakwahnya yaitu menghancurkan patung-patung yang menjadi sembahan Raja Namrud dan para pengikutnya.
قَالُواْ ٱبۡنُواْ لَهُۥ بُنۡيَٰنٗا فَأَلۡقُوهُ فِي ٱلۡجَحِيمِ ٩٧
Mereka berkata: “Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim;lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu” (QS. Ash-Shaffat; 97)
قُلۡنَا يَٰنَارُ كُونِي بَرۡدٗا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ ٦٩
Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (QS. Al-Ambiya’; 69)

Ketika sudah berkeluarga, Dia pun diuji dengan tak dikaruniai anak yang telah ia impikan sejak lama hingga pada usia 86 tahun. Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah
رَبِّ هَبۡ لِي مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ١٠٠
Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh (Ash-Shoffat; 100)

Saat dia dikaruniai anak pun, Ibrahim juga diuji kembali dengan harus meninggalkan istri dan anaknya yang masih bayi di lembah gersang dan tandus. Semua itu ia lakukan, karena iman dan ketaqwaannya kepada Allah SWT.
رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡ‍ِٔدَةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ
37. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur (QS. Ibrahim; 37)

Allahu Akbar 2X Allahu Akbar Walillahilhamdu
Kaum muslimin, jama’ah shalat IDUL ADHA rahimakumullah
Episode ujian bagi Ibrahim berlanjut dengan tingkat cobaan yang lebih berat. Setelah sekian tahun berpisah kemudian berkumpul kembali dengan istri dan anaknya bernama Ismail yang beranjak usia remaja. Di tengah kegembiraan dan kebahagiaan itulah Allah menguji kembali nabi Ibrahim untuk menyembelih putra satu2nya yang sekian tahun ia dambakan.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٠٢
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. Ash-Shaffat; 102)
Dari sinilah, Idul Adlha kemudian ditetapkan sebagai hari raya sebagai simbol kemenangan Nabi Ibrahim as menjalankan perintah Allah untuk mengorbankan sesuatu yang sangat dicintainya. Di sinilah pesan inti dan hakiki dari makna ketaqwaan seorang hamba kepada Allah Rabbul ‘Izzah.

Karena pentingnya ibadah kurban ini maka dalam hadits Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا
“Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rizki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah no. 3123. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan

Allahu Akbar 2X Allahu Akbar Walillahilhamdu

Kaum muslimin, jama’ah shalat IDUL ADHA rahimakumullah
Pengorbanan manusia sebagai hamba untuk mematuhi perintah agama, membutuhkan kesabaran. Sabar dan kesabaran inilah yang meneguhkan hati untuk mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya. Dalam konteks inilah, ketika di hari nahar dan tasyriq nanti kita menyembelih hewan kurban, maka yang terpenting adalah sikap taqwa kita yang akan diterima oleh Allah bukan daging dan darah hewan
Ada beberapa kali perintah dalam Al-Qur’an tentang sabar, di antaranya terdapat dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 45 dan 153:
وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥
45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu´
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٣
153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar
Sebagai buah dari kesabaran dan keikhlasan Ibrahim dalam menjalani ujian, maka Allah membalasnya dengan banyak kemuliaan, sebagaimana tersebut dalam QS. Ash-Shaffat ayat 108-111:
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ١٠٨ سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ ١٠٩ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١١٠ إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١١
108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian
109. (yaitu)”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”
110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik
111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman

Allahu Akbar 2X Allahu Akbar Walillahilhamdu

Kaum muslimin, jama’ah shalat IDUL ADHA rahimakumullah
Mulai Maret 2020 hingga kini, kita sedang diuji oleh Allah Swt dengan adanya wabah pandemi covid-19. Banyak dampak yang ditimbulkan, di antaranya kehilangan pekerjaan, berkurangnya penghasilan, tidak bebas bepergian, banyak nyawa yang terenggut, bahkan beribadahpun tidak bisa seperti biasanya dan masih banyak dampak lainnya. Kesabaran dan keikhlasan kita sedang diuji oleh Allah Swt. Makna ibadah kurban salah satunya bagaimana kita mampu meneladani kesabaran dan keikhlasan nabi Ibrahim dalam menghadapai semua ujian
Semoga, kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk senantiasa sabar dan memiliki kesabaran dalam menjalankan semua perintah Allah dan Rasul-Nya, karena agama mengatur dan memandu jalan hidup kita menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita jadikan sabar dan shalat sebagai penolong kita, karena Allah akan senantiasa menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar.

Yakinlah bahwa pengorbanan kita, tidak akan pernah sia-sia apapun hasilnya. Allah berjanji akan mempertemukan kita kembali dengan anak-anak kita di akherat apabila mereka tetap beriman pada Allah dan menjalankan syariat Islam secara baik. Allah berfirman:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ ﴿الطور ٢١﴾
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Mengakhiri khutbah saya ini, mari kita simak firman Allah:
۞إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka (QS. At-Taubah; 111)

Demikian khutbah singkat yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Marilah kita akhiri khutbah ini dengan memanjatkan doa dan munajat ke hadirat Allah SWT.
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ
Ya Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, perbaikilah di antara mereka, lembutkanlah hati mereka dan jadikanlah hati mereka keimanan dan hikmah, kokohkanlah mereka atas agama Rasul-Mu SAW, berikanlah mereka agar mampu menunaikan janji yang telah Engkau buat dengan mereka, menangkan mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Ilah yang hak jadikanlah kami termasuk dari mereka.
اللّهمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الإيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ
Ya Allah, jadikanlah kami mencintai keimanan dan hiasilah keimanan tersebut dalam hati kami. Dan jadikanlah kami membenci kekufuruan, kefasikan dan kemaksiatan dan jadikanlah kami termasuk orang yang mendapat petunjuk.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِنا دِينِنا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِنا دُنْيَاناَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِنا وَأَصْلِحْ لِنا آخِرَتِنا الَّتِي فِيهَا مَعَادِنا وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Ya Allah, Perbaikilah untuk kami agama kami, Yang menjadi benteng segala urusan kami. Perbaikilah urusan dunia kami, yang di dalamnya terdapat penghidupan kami
Dan perbaikilah akhirat kami yang akan menjadi tempat kembali kami, Jadikanlah hidup ini wadah bertambahnya segala kebaikan bagi kami, Dan jadikanlah mati sebagai titik henti untuk kami dari segala keburukan
Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fiddiin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat”

Allaahummam-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hik-matan wa ahlihim liqobuuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah
Artinya: “Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”

“Allahummadfa’ ‘annal ghalaa’ -wal walbalaa’ -walwabaa’ –walfahsyaa’- walmunkar- was suyuufal mukhtalifata wasy syadaa-ida- wal mihana maa zlaharo minhaa wamaa baathan- mim baladinaa khaashshah- wamin buldaanil muslimiina ‘aammah. Innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.”
Ya Allah, hindarkanlah kami dari kesulitan ekonomi, musibah, penyakit, kekejian, kemunkaran, bencana peperangan, kesulitan-kesulitan, dan berbagai petaka, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, khususnya dari negeri kami ini dan dari negeri-negeri kaum muslim pada umumnya; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Allāhumma innaa na’ūdzubika minal barashi, wal junūni, wal judzāmi, wa sayyi’il asqām.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari keburukan segala segala macam penyakit.”
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

*Sekretaris KBIH Muhammadiyah Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here