Mengenang Miftakhul Khoir, Sempat Ikut Tes Kepala Sekolah dan Gaungkan Revolusi PPDB

0
624
Miftakhul Khoir semasa hidup. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Meninggalnya aktivis persyarikatan Tuban, Miftakhul Khoir, menyisakan perih yang menganga bagi segenap kolega. Salah satunya  Abdul Majid Tamum. Baginya, Khoir bukan sekadar sahabat, melainkan juga salah satu kader terbaik di Bumi Wali (julukan Tuban).

“Yang memang hampir seluruh hidupnya berkhidmat untuk kepentingan persyarkatan,” kata Abdul Majid kepada KLIKMU.CO, Selasa (29/6/2021).

Bukti khidmat di Muhammadiyah itu tak bisa disanggah. Selain sebagai mantan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Tuban, sekarang almarhum menjabat sebagai wakil ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) PWM Jawa Timur sekaligus Ketua MPK PDM Kabupaten Tuban.

Karena itu, di usia produktif-produktifnya, berpulangnya Khoir jelas kehilangan juga bagi Muhammadiyah Tuban, bahkan Muhammadiyah Jawa Timur.

“Kalau bicara meninggalnya almarhum, kita sebenarnya semua sangat berduka. Tidak ada yang menyangka, di usia 42 tahun (sudah meninggal). Banyak torehan prestasi yang didapat almarhum,” lanjutnya via aplikasi WA.

Salah satu prestasi yang diraih pria kelahiran Solokuro, Dadapan, Lamongan, itu adalah mendapat reward dari PWM Jatim untuk rihlah dakwah ke Malaysia pada 2017 lalu. Almarhum saat ini juga bertugas sebagai tenaga pendidik di SMP Muhammadiyah 1 Tuban. Sekaligus sebagai Waka Humas SMA Muhammadiyah 1 Tuban.

Nah, pada Kamis pekan lalu (24/6/2021), almarhum sedang mengikuti fit and proper test sebagai kepala sekolah di SMP Muhammadiyah 1 Tuban. “Kebetulan kepemimpinan kepala sekolah di SMP mau berakhir. Saya oleh dikdasmen dan keluarga besar Muhammadiyah Tuban ditunjuk sebagai ketua pansel kepala sekolah itu,” terang Abdul Majid.

Saat dipanggil Kamis itu, kata dia, almarhum memang sudah merasakan tidak enak badan. Lalu, Jumat dan Sabtu mulai sakit dan puncaknya Ahad almarhum masuk Rumah Sakit Muhammadiyah Babat, Lamongan.

Sebelum dinyatakan meninggal Senin magrib itu, pihaknya bersama yang lain sudah mencari seluruh rumah sakit yang masih tersedia ventilator, tapi nihil. Mulai Tuban, Lamongan, Bojonegoro, hingga Surabaya.

Sambil sedikit terbata-bata, Abdul Majid mengenang pesan terakhir almarhum bagaimana terus mengembangkan dan memajukan sekolah Muhammadiyah di Bumi Wali. “Ayo Pak Majid, lanjutkan perjuangan SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Tuban. Jangan menyerah,” kenangnya.

“Beliau juga sempat memopulerkan tagline Revolusi PPDB. Itu ternyata sebagai isyarat bahwa beliau akan meninggalkan kita selama-lamanya. Selamat jalan, Pak Khoir. Sosok pejuang yang tidak kenal lelah untuk berdakwah dan berkhidmat pada persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.

“Kami semua merasa kehilangan dan akan melanjutkan cita-citamu yang belum terlaksana,” lanjutnya menutup pembicaraan dengan KLIKMU.CO. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here