Mengenang Sang Guru Bangsa, Tiga Buku tentang Malik Fadjar Diluncurkan

0
52
Para kerabat, saksi hidup Malik Fadjar bersama dengan para pejabat UMM. (Wildan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Memperingati Hari Guru Nasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan refleksi dengan mengenang Prof H. Malik Fadjar MSc, Sang Guru Bangsa. Diikuti oleh dosen dan karyawan secara daring dan luring, Kampus Putih turut menghadirkan pembicara yang merupakan kerabat dan saksi hidup kiprah Malik Fadjar pada Kamis (25/11) lalu.

Menariknya, dalam gelaran tersebut juga ada peluncuran tiga buku yang membahas Malik Fadjar: Negarawan, Pendidik, dan Agamawan Lintas Generasi; Sang Fadjar Menyinari Ibu Pertiwi; serta Pak Malik di Mata Milenial. Ada juga launching lagu ‘Ampunkanku Ya Rabbi’ karya warga binaan Lapas Perempuan Kota Malang.

Hadir dalam acara itu Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM sekaligus Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP.

Ia mengaku bahwa telah mengetahui Malik sejak kelas 3 SMP. Diceritakan Muhadjir, Malik sempat ingin pergi ke Jakarta namun diyakinkan untuk berkiprah di UMM.

“Bersama salah satu teman, kami berhasil meyakinkan Pak Malik bahwa dia bisa menjadi orang hebat meski berada di Malang, tepatnya berjuang membangun UMM,” tuturnya.

Sayangnya, Malik waktu itu belum memiliki kartu anggota Muhammadiyah. Sehingga tidak bisa mencalonkan diri menjadi rektor UMM. Muhadjir mengatakan bahwa ia sampai bersusah payah ke Yogyakarta untuk mengurusnya.

“Berbagai pengalaman yang telah dilalui oleh Pak Malik menjadi pengingat bagi kita untuk terus meneladani kehumanisan dan pandangan-pandangan yang luar biasa,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi mengatakan bahwa pada agenda ini para peserta bisa memahami pemikiran Malik. Apalagi dengan hadirnya berbagai narasumber sehingga bisa memahami dengan beragam perspektif.

“Bagi saya, Pak Malik adalah sosok yang sangat menginspirasi. Bukan motivasi. Beda antara menginspirasi dan memotivasi. Motivasi biasanya sekadar obral kata-kata. Sedangkan menginspirasi adalah memberikan spirit dan teladan,” tandasnya.

Hadir dalam acara bedah buku itu Prof Dr Imam Suprayogo MSi, mantan warek I UMM dan rektor UIN Malang. Lalu Prof Dr Siti Zuhro MA, peneliti BRIN, Prof Dr Setya Yuwana MA, dosen senior Unesa, serta Prof Dr Franz Magnis Suseno atau Romo Magnis. (Wildan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here