Mengkaji Gen Pemikiran IMM, Ini Kuncinya!

0
237
Satria putra Wibisono (kiri) dan moderator Ninik dalam kajian ke-IMM-an. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Rencana Tindak Lanjut (RTL) Darul Arqam Dasar ke 1 (DAD 1) Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menggelar RTL kajian ke-IMM-an yang ke-5, Sabtu (11/9/2021). Kajian itu mengambil tema “Gen Pemikiran IMM” dengan pemateri Satria Putra Wibisono, Ketua PC IMM Kabupaten Lamongan.

Sebelum kajian dimulai, Ketua PK IMM Al Iskandariyah, Immawan Muzaki menyampaikan terimakasih banyak kepada semua kader yang telah konsisten melaksanakan RTL DAD 1, dari awal hingga sekarang.

“Sebentar lagi, kita akan mengalami peralihan periode, dan yang akan menjadi ujung tombak menggantikan kami adalah kalian semua,” ungkapnya.

Ia juga berpesan dengan peralihan periode nanti, diharapkan bisa melanjutkan apa yang sudah digagas dan dicanangkan di periode sebelumnya.

“Kalianlah tonggak perjuangan selanjutnya, maka konsisten lah dan niatkan karena Allah. Karena Allah yang akan membalasnya,” katanya.

Selanjutnya, Satria Putra Wibisono yang menjadi pemateri saat itu menyampaikan bahwa dalam situasi PPKM saat ini harus tetap semangat dan produktif dalam berorganisasi.

Ia kemudian menjelaskan tentang Gen atau genealogi. Menurutnya, kalau dalam KBBI yaitu garis keturunan manusia dalam hubungan keluarga. Namun kalau “gen” itu disandingan dengan pemikiran, maka akan berganti pengertiannya, yaitu cara pandang, gagasan, wawasan.

“Kalau digabung menjadi “Gen pemikiran IMM” yaitu asal muasal cara pandang wawasan yang dijadikan pijakan atau pedoman dan landasan dalam bergerak ke depan,” kata dia.

Oleh karena itu, kalau membahas gen pemikiran IMM, maka tidak bisa dilepaskan dalam induk besar yang menaungi organisasi besar yaitu Muhamadiyah. Karena IMM salah satu organisasi otonom Muhammadiyah.

Ketua PC IMM Kabupaten Lamongan itu juga menjelaskan pengertian Muhammadiyah, yaitu sebuah organisasi islam yang besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. Muhammadiyah memiliki arti pengikut Nabi Muhammad.

“Lantas, apa tujuan Muhammadiyah itu? yaitu untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” kata dia.

Makanya, kalau ditarik dengan tujuan Muhammadiyah, ada kata “masyarakat Islam “ yang diartikan dalam Muhammadiyah adalah yang pertama masyarakat lemah atau marjinal (masyarakat kelas bawah). Kedua, masyarakat perkotaan atau priyai, dan yang ketiga masyarakat kampus atau mahasiswa.

“Jadi, tujuan dari Muhammadiyah ini tidak beda dengan tujuan IMM. Karena tujuan IMM berlandaskan dari Muhammadiyah,” kata dia.

Nah, kalau berbicara tentang Muhammadiyah, maka tidak bisa lepas dari KH Ahmad Dahlan, karena dia adalah sosok yang penting dalam Muhammadiyah. Pemikiran muhammadiyah itu tidak bisa terlepas dari pemikiran KH Ahmad Dahlan.

Pemikiran IMM sendiri tidak bisa lepas dari enam penegasan IMM yang dihasilkan di Muktamar IMM.
Pertama, IMM adalah gerakan mahasiswa Islam.
Kedua, kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM. Ketiga, IMM adalah sebagai eksponen Muhammadiyah dalam tubuh Muhammadiyah.

Keempat, menegaskan bahwa IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan menindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara. Kelima, menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah. Keenam, menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahita’ala dan senantiasa diabadikan untuk kepentingan rakyat.

“Jadi, enam penegasan ini harus difahami secara konkret. Karena landasan ini adalah sumber dari gerakan, pemikiran IMM, dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa enam penegasan yang nomor satu dan dan dua menerangkan tentang keagamaan (religiusitas). Kemudian nomor empat tentang kemahasiswaan (intelektualitas) dan nomor enam tentang kemasyarakatan (kemahasiswaan).

“Maka, sumber dari segala sumber gerakan, pemikiran IMM adalah diambil dari 6 penegasan ini,” ujar Satria.

Selanjutnya, pemateri juga menjelaskan tentang nilai dasar Ikatan (NDI) yang ada lima. Pertama, IMM adalah gerakan mahasiswa yang bergerak tiga bidang keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Kedua, segala bentuk gerakan IMM tetap berlandaskan pada agama Islam yang hanif dan berkarakter rahmat bagi sekalian alam.

Ketiga, segala bentuk ketidakadilan, kesewenang-wenangan dan kemungkaran adalah lawan besar gerakan IMM, perlawanan terhadapnya adalah kewajiban setiap kader IMM. Keempat, sebagai gerakan mahasiswa yang berdasarkan Islam dan berangkat individu-individu mukmin, maka kesadaran melakukan syariat Islam adalah suatu kewajiban dan sekaligus mempunyai tanggungjawab untuk mendakwahkan kebenaran di tengah masyarakat.

Kelima, kader IMM merupakan inti masyarakat utama, yang selalu menyebarkan cita-cita kemerdekaan, kemuliaan dan kemaslahatan masyarakat sesuai dengan semangat pembebasan dan pencerahan yang dilakukan Nabiyullah Muhammad SAW.

Satria juga menjelaskan tentang identitas IMM yang mana ada empat. Pertama, Identitas mahasiswa Muhammadiyah adalah organisasi kader yang bergerak dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kemahasiswaan dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Kedua, sesuai dengan gerakan Muhammadiyah, maka Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memantapkan gerakan dakwah di tengah-tengah masyarakat khususnya dikalangan mahasiswa.

Ketiga, setiap anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus mampu memadukan ilmiah dan aqidahnya. Keempat, setiap anggota harus tertib ibadah, tekun dalam belajar dan mengamalkan ilmunya untuk melaksanakan ketakwaan dan pengabdiannya kepada Allah SWT.

“Jadi, kalau ingin mengetahui dari Gen Pemikiran IMM harus memahami enam penegasan, identitas IMM, dan nilai dasar ikatan. Harus dikuasai semuanya,” tegasnya. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here