Menko PMK Dukung Program Revitalisasi KUA

0
100
Menko PMK Muhadjir Effendy. (Istimewa)

KLIKMU.CO – Menteri Koordinator Bidang Kemanusiaan dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi program prioritas Kementerian Agama tahun 2021. Salah satunya revitalisasi kantor urusan agama (KUA). Di samping itu, ada juga penguatan moderasi beragama, transformasi digital, Cyber Islamic University, kemandiran pesantren, dan religiosity index.

Melalui revitalisasi KUA, misalnya, Muhadjir Effendy mendorong program Kursus Calon Pengantin (Suscatin) yang selama ini sudah berjalan diperkuat dengan melibatkan kementerian/lembaga lain. “Suscatin dapat dilengkapi dengan melibatkan kementerian/lembaga lain, di antaranya upaya pemerintah mengurangi angka stunting. Saya berharap ini bisa masuk program prioritas dalam revitalisasi KUA melalui suscatin,” kata Muhadjir.

“Saya berharap betul, Kemenag dengan pendidikan pranikah bagi calon pengantin (suscatin) terlibat dalam penanganan stunting,” lanjutnya.

Menko PKM juga mendukung penuh Cyber Islamic University (CIU) yang digagas Menag. Menurutnya, problem guru mungkin lebih berat di Kemenag karena sebagian besar madrasah adalah swasta. Ia mendorong Kemenag menggandeng Universitas Terbuka (UT) untuk program studi di luar keagamaan sehingga Kemenag bisa fokus pada bidang keagamaan. Sementara ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan di madrasah bisa menggandeng UT.

“Saya siap membantu untuk fasilitasi dengan UT dan sangat dukung CIU ini,” tandasnya.

Terkait dengan penguatan moderasi beragama, Menko PMK menilai hal itu sebagai salah satu inti dari revolusi mental. “Saya berharap pak Menag memprioritaskan anggaran untuk penguatan moderasi beragama itu,” terangnya.

Menko juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan madrasah dan pesantren. “Saya sangat setuju dengan konsep kemandirian pesantren. Pengertian kemandirian supaya ada hubungan koheren antara pondok dengan masyarakat sehingga sesuai dengan UU pesantren yang di samping sebagai lembaga pendidikanz juga untuk pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

“Kita harapkan pemberdayaan masyarakat itu justru berbasis pesantren, dan para lulusannya bisa menjadi lulusan-lulusan yang mandiri,” lanjutnya.

Sebelumnya, seperti diberitakan KLIKMU.CO, salah satu program prioritas Kementerian Agama (Kemenag) adalah revitalisasi kantor urusan agama (KUA). Tahun ini ditargetkan ada 100 KUA dan enam di antaranya dijadikan sebagai KUA model.

Enam KUA Model tersebut adalah KUA Kecamatan Banjarnegara (Jawa Tengah), KUA Kecamatan Biringkanaya, Makassar, (Sulawesi Selatan), KUA Kecamatan Ciawi Gebang, Kuningan (Jawa Barat), KUA Kecamatan Sidoarjo (Jawa Timur), KUA Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah (Lampung), dan KUA Kecamatan Sewon, (Yogyakarta).

Menurut Kemenag, revitalisasi akan memperluas cakupan fungsi layanan KUA. Ke depan, layanan KUA tidak hanya seputar pencatatan pernikahan, tapi juga fungsi pemberdayaan ekonomi dan penguatan moderasi beragama.

Sedikitnya ada lima transformasi layanan KUA dalam program revitalisasi ini. Pertama, KUA menjadi garda terdepan Kementerian Agama dalam pelayanan publik. Kedua, KUA menjadi pusat layanan keagamaan bagi masyarakat.

Tansformasi ketiga, KUA menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Keempat, KUA menjadi pusat data keagamaan yang dilengkapi dengan sistem deteksi dan respon dini terhadap konflik keagamaan. Terakhir, KUA menjadi rumah moderasi beragama berbasis komunitas. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here