Meski Damai, Muhammadiyah Sesalkan Pengusiran Pria Bermasker di Masjid Bekasi

0
3008
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad MSi. (Foto: STAI Muhammadiyah Bandung)

KLIKMU.CO – Pengusiran pria bermasker di Masjid Al-Amanah Bekasi yang viral memang sudah berakhir dengan damai. Lantaran dimediasi oleh pihak kepolisian.

Namun begitu, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menyesalkan sikap kasar dan tak sesuai akhlak Islam yang dilakukan oleh para takmir Masjid Al-Amanah tersebut. Sebab, saat ini masih masa pandemi Covid-19.

“Kok jadi terbalik, seharusnya orang yang tidak pakai masker yang dilarang (masuk masjid), karena menjaga protokol kesehatan itu adalah ikhtiar yang harus kita lakukan,” kata Dadang.

Menurutnya, orang yang memakai masker ketika masuk masjid itu justru sangat bagus dan itu sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh pemerintah. Ia kemudian membandingkan dengan kondisi di Mekan dan Madinah yang juga memakasi masker ketika ke masjid.

“Di Mekah juga pakai masker, di Madinah juga pakai masker di pusat Islam. Kenapa ini kok diusir? Jadi aneh juga ya,” ujarnya.
Dadang juga mengingatkan kembali kaidah dasar agama (ushulud-din) di dalam Maqashid Syariah terkait masa darurat pandemi, yakni Hifzu Nafs (menjaga jiwa).

Dia yakin bahwa semua ulama termasuk MUI dan di Arab Saudi, di Turki dan di seluruh dunia bahwa saat ini harus selalu mempraktekkan protokol kesehatan dalam beribadah, selalu memakai masker dan menjaga jarak dalam kondisi keadaan darurat.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Aloysius Suprijadi mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi pada Selasa lalu (27/4/2021) itu kini berakhir damai. Polisi telah melakukan mediasi atas kesalahpahaman tersebut.

“Telah dilakukan rapat mediasi antara jamaah atas nama (RO) dengan ustadz (AR) selaku ketua DKM Masjid Al-Amanah,” ujar Kapolres.

Polres Metro Bekasi Kota melakukan mediasi dengan Roni Oktavian dan Ustadz Abdul Rahman terkait kasus larangan pakai masker. (Dokumen Polri)

Dia menjelaskan, sebelumnya Kapolsek Medan Satria juga telah menegur pengurus masjid agar tidak lagi melarang jamaah untuk menggunakan masker saat shalat dalam situasi pandemi Covid-19.

“Semua sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai dan musyawarah. Kedua pihak agar dapat berkomunikasi secara baik-baik,” lanjutnya.

Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat menambahkan, pihaknya melakukan mediasi dengan DKM Masjid Al-Amanah dan jamaah yang merasa tersinggung dengan teguran tersebut.

“Bertempat di ruang kerjanya, Kapolsek Medan Satria, kami telah dilakukan rapat mediasi antara Bapak Roni Oktavian dengan Ustadz Abdul Rahman selaku Ketua DKM Masjid Al-Amanah terkait permasalahan kesalahpahaman tentang penggunaan masker,” terangnya. (RF/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here