Milad 102 Tahun Muhammadiyah Surabaya: Menguatkan Dakwah, Mempererat Ukhuwah

0
126
Milad 102 Tahun Muhammadiyah Surabaya: Menguatkan Dakwah, Mempererat Ukhuwah. (PDM Surabaya)

Oleh: Andi Hariyadi
Ketua Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi PDM Surabaya

KLIKMU.CO

Pertemuan KH Ahmad Dahlan dengan KH Mas Mansur pada tahun 1915 sepulang dari studi di Al Azhar Mesir dan balik ke Arab Saudi untuk tugas belajar lagi. Kemudian pulang ke tanah air langsung ke Yogyakarta tidak ke Surabaya rumah orang tuanya. Hal itu digunakan untuk berdiskusi, bertukar pikiran tentang gerakan dakwah Muhammadiyah yang baru berdiri tiga tahun.

Pertemuan pun dilanjutkan pada tahun 1916 dan interaksi keduanya dalam rangka mengembangkan dakwah. Dan, pada tanggal 1 November 1921, KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, datang ke Surabaya untuk melantik KH Mas Mansur selaku Ketua Muhammadiyah Cabang Surabaya.

Kehadiran Muhammadiyah di Surabaya saat itu begitu berarti untuk penguatan dakwah Islam. Dan pada 1 November 2023, hari ini, berarti Milad Ke-102 Muhammadiyah Surabaya.

Tentunya ada banyak harapan untuk penguatan dakwah di tengah hiruk pikuk dinamika Kota Surabaya yang didiami beragam etnis, suku, dan agama yang relatif kondusif. Karena itu, peran Muhammadiyah dalam dakwahnya diharapkan mampu membangun sinergisitas dengan berbagai komponen yang ada.

Penguatan dakwah dengan sinergisitas semakin membuka ruang dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat. Bentuk sinergisitas internal, diharapkan Muhammadiyah Surabaya semakin solid, responsif, dan proaktif, tidak terjebak pada persoalan internal yang tidak produktif.

Dengan begitu, perlu penyamaan visi dan misi untuk menyongsong dan mengisi tantangan zaman ke depan dengan melakukan sinergisitas eksternal bersama kekuatan lainnya untuk bersama memberikan solusi realitas yang ada. Sinergisitas tersebut menunjukkan sikap kedewasaan untuk bisa bersama, perbedaan yang ada dikelola secara bijak, bukan dikelola untuk mengadu domba sesama anak bangsa.

Penguatan dakwah ini kita butuhkan dengan menjalin ukhuwah, bisa tabayun dan ishlah serta ta’awun. Dari konsep operasional ini diharapkan Muhammadiyah bisa menjadi teladan terdepan dalam peran keumatan dan kebangsaan, lebih-lebih menjelang dan pasca-Pemilu 2024 terus kita jaga kondusivitas Surabaya.

Upaya penguatan dakwah sering terkendala oleh sikap arogan, permusuhan, pertikaian, akibat perbedaan pilihan partai dan presiden. Lebih-lebih masih maraknya informasi hoax di-share ke mana-mana sehingga dapat memicu terjadinya konflik horizontal dan itu sangat tidak kita inginkan karena memang ada yang berkeinginan merusak tatanan kehidupan.

Bijak dalam bermedia sosial untuk saring sebelum share, untuk kroscek agar tidak terjadi cekcok, untuk selektif dengan berbagai informasi dan akurat kebenarannya, bukan kebohongan dengan dibumbui narasi kebencian, permusuhan  yang membahayakan.

Warga Persyarikatan Muhammadiyah Surabaya hendaknya bisa menjadi teladan kebaikan sehingga penguatan dakwah terwujudkan.

Akhirnya selamat Milad Ke-102 Muhammadiyah Surabaya. Teruslah berdakwah yang mencerahkan untuk kondusivitas kehidupan. Menguatkan dakwah, mempererat ukhuwah. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini